KORANJURI.COM – Mengambil momentum pasca Idul Adha, Jagal Syariah Indonesia (JSI) Cabang Purworejo menggelar kegiatan unik bertajuk ‘Jagal Camp’ bagi para calon pengurusnya.
Kegiatan edukatif berbasis alam ini berlangsung selama dua hari, Sabtu (04/07/2026) hingga Minggu (05/07/2026), bertempat di kawasan wisata Sikepel, Bener, Purworejo.
Ketua Panitia sekaligus penggagas Jagal Camp, Nurmansyah Alami, mengungkapkan bahwa selain sebagai forum evaluasi pelaksanaan penyembelihan hewan kurban lalu, kegiatan outdoor ini sengaja dipilih untuk membangun kemandirian dan rasa kebersamaan.
“Jagal camping dilaksanakan untuk evaluasi kegiatan penyembelihan selama Idul Adha. Dengan penyelenggaraan di luar ruangan, kita bisa merasakan kebesaran Allah SWT melalui tadabur alam. Menariknya, semua perlengkapan, konsumsi, dan peralatan dibawa sendiri oleh anggota secara swadaya. Tanpa biaya, dari kita untuk kita, demi membentuk semangat kebersamaan pengurus JSI,” ujar Nurman di sela kegiatan.
Diikuti oleh 30 peserta calon pengurus, agenda hari pertama dimulai dengan aksi gotong royong mendirikan tenda bersama, dilanjutkan dengan memasak menu makan malam secara berkelompok.
Suasana keakraban ini menjadi pengantar sebelum mereka masuk ke sesi evaluasi kinerja masing-masing personel.
“Melalui berkemah ini, kami berharap tumbuh rasa kebersamaan yang solid di antara calon pengurus yang nantinya akan resmi dilantik menjadi pengurus tetap,” tambah Nurman.
Memasuki hari kedua, Minggu (05/07/2026), fokus kegiatan beralih pada peningkatan kapasitas teknis juru sembelih kurban (juleha). Para peserta digembleng dengan latihan tali-temali khusus untuk merobohkan hewan ternak secara cepat, aman, dan presisi.
Materi yang diajarkan, ungkap Nurman, meliputi pembuatan simpul tali kepala sapi, simpul kaki sapi, hingga simpul perobohan yang kencang dan tepat guna.
Tidak kalah penting, sesi ‘Asah Bilah’ juga menjadi menu wajib. Nurman menegaskan bahwa seorang jagal profesional wajib memiliki keterampilan menajamkan pisaunya sendiri.
Pisau yang super tajam menjadi kunci utama agar proses penyembelihan berjalan lancar dan sama sekali tidak menyiksa hewan kurban.
Nurman menyampaikan, lebih dari sekadar komunitas, JSI Purworejo yang saat ini jumlah anggotanya mencapai 112 orang, memiliki misi besar untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai standar penyembelihan halal yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).
Hal ini mencakup aspek higienis hewan kurban hingga kesiapan mental dan fisik sang juru sembelih.
Hebatnya lagi, edukasi yang diberikan JSI tidak terbatas pada momen musiman seperti Iduladha saja. JSI siap mendampingi masyarakat untuk teknik penyembelihan sehari-hari, bahkan membuka ruang konsultasi bagi warga yang berniat mendirikan Rumah Potong Ayam (RPA) maupun Rumah Potong Hewan (RPH) yang sesuai syariat.
Menatap masa depan, JSI Purworejo telah merancang program kerja yang masif. Kedepannya, minimal akan digelar empat kali kegiatan besar dalam setahun.
“Program tersebut mencakup edukasi menyasar anak sekolah, konsep outing class bertema penyembelihan halal, hingga berbagai aksi bakti sosial untuk masyarakat Purworejo,” pungkas Nurman. (Jon)





