KORANJURI.COM – Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Lula Kamal, melakukan kunjungan kerja strategis ke RSUD Dr. Soedirman Kebumen dan Puskesmas Pejagoan pada Sabtu (04/07/2026).
Kunjungan ini berfokus pada monitoring dan evaluasi implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya dalam memperkuat layanan promotif dan preventif (pencegahan).
Momentum ini menegaskan visi baru JKN: memastikan pelayanan kesehatan tidak lagi sekadar fokus pada pengobatan (kuratif), melainkan bergeser pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit sejak dini.
Dalam kunjungannya, Lula Kamal meninjau langsung berbagai program pencegahan yang sudah berjalan, serta berdialog dengan manajemen rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, dan BPJS Kesehatan Cabang Kebumen.
“Program JKN tidak hanya hadir ketika masyarakat sakit. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat tetap sehat melalui berbagai upaya promotif dan preventif,” ujar Lula.
Menurutnya, penguatan layanan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan koordinasi yang kuat dengan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) adalah kunci utama untuk menekan angka rujukan rumah sakit.
Saat ini, BPJS Kesehatan telah mengimplementasikan beberapa program unggulan pencegahan, antara lain Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) yang merupakan deteksi dini faktor risiko penyakit, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) khusus bagi penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi, Program Rujuk Balik (PRB) yang menjamin kesinambungan pelayanan bagi pasien penyakit kronis yang kondisinya telah stabil serta transformasi pelayanan primer melalui penguatan fungsi gatekeeper di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Meski program telah berjalan, Lula Kamal tidak menampik adanya sejumlah tantangan besar yang harus segera dibenahi, di antaranya, penyerapan dana untuk upaya promotif dan preventif masih minim dibandingkan alokasi yang tersedia, biaya JKN saat ini masih didominasi oleh pengobatan intensif, banyak kasus kesehatan yang seharusnya bisa dituntaskan di tingkat Puskesmas/klinik tapi justru tetap dirujuk ke rumah sakit serta perlunya sinkronisasi aplikasi pelayanan agar tidak terjadi duplikasi data pencatatan hasil skrining.
Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur RSUD Dr. Soedirman Kebumen, Wahyu Adiwinanto, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi demi menjaga kesinambungan pelayanan peserta JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menambahkan bahwa penguatan upaya promotif dan preventif akan terus dilakukan melalui koordinasi yang lebih intensif bersama fasilitas kesehatan tingkat pertama, fasilitas kesehatan rujukan, dan Dinas Kesehatan.
“Ke depan, BPJS Kesehatan akan terus mendorong optimalisasi fungsi gatekeeper FKTP melalui penguatan Prolanis, Program Rujuk Balik, serta sistem rujukan berjenjang. Kami juga akan memperkuat forum komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar berbagai kendala implementasi dapat diselesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga berupaya mengoptimalkan integrasi sistem informasi kesehatan untuk mendukung interoperabilitas data, mengurangi duplikasi pencatatan, serta memastikan hasil skrining kesehatan dimanfaatkan sebagai dasar pengelolaan peserta berisiko.
Tidak kalah penting, edukasi kepada peserta JKN juga akan terus ditingkatkan agar masyarakat semakin memahami pentingnya memanfaatkan layanan kesehatan primer, mengikuti program promotif preventif, serta menggunakan mekanisme rujukan secara tepat sesuai ketentuan Program JKN.
Melalui kunjungan ini diharapkan sinergi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif, berkualitas, dan berkelanjutan sehingga Program JKN mampu memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh masyarakat. (Jon)





