Polres Purworejo Gerak Cepat Deteksi Anak CTEV Lewat Bhabinkamtibmas

oleh
Sosialisasi "Kabupaten Purworejo Peduli CTEV" di Auditorium Tribrata Polres Purworejo, Rabu (19/08/2026) sore - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Polres Purworejo bergerak cepat merespons misi kemanusiaan untuk anak-anak penderita kelainan kaki bawaan lahir CTEV atau Congenital Talipes Equinovarus.

Langkah ini diwujudkan lewat sosialisasi “Kabupaten Purworejo Peduli CTEV” di Auditorium Tribrata Polres Purworejo, Rabu (19/08/2026) sore.

Kegiatan dipimpin Wakapolres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito mewakili Kapolres AKBP Windy Syafutra. Hadir jajaran PJU Polres mulai Kasidokes, Kasat Binmas, hingga seluruh Bhabinkamtibmas dari polsek jajaran.

Sosialisasi ini juga menggandeng lintas sektor. Tampak Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, Direktur RS PKU Muhammadiyah Kutoarjo, Direktur RS Aisyiyah Purworejo, dan Koordinator Bidan Puskesmas se-Kabupaten Purworejo.

Dalam arahannya, Kompol Nana menegaskan peran penting Bhabinkamtibmas untuk turun langsung ke masyarakat. Ini sejalan dengan arahan Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo agar anak CTEV segera terdeteksi dan ditangani sedini mungkin untuk mencegah kecacatan permanen.

“Seluruh Bhabinkamtibmas di Purworejo menjadi ujung tombak dalam membantu menemukan anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir,” tegas Kompol Nana Edi Sugito.

Jaringan Bhabinkamtibmas yang menjangkau hingga RT, RW, dan dusun dinilai paling efektif untuk penyisiran. Pola ini mengadopsi kesuksesan Polda Jateng saat mencari penderita TBC.

Program “Peduli CTEV” juga dibangun bersama MPKU Muhammadiyah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan faskes di daerah. Ruang lingkupnya mencakup deteksi dini oleh Bhabinkamtibmas, edukasi keluarga, pendampingan psikososial, hingga penghubung ke layanan medis penanganan CTEV.

Dengan program ini, Polres Purworejo optimistis angka penanganan kasus kaki bengkok bawaan lahir bisa ditekan. Harapannya anak-anak di Kabupaten Purworejo dapat tumbuh dan berjalan normal. (Jon)