STIKes Bantul Sukses Gelar Pelatihan BTCLS 2026 untuk Bekal Kerja Lulusan

oleh
Foto bersama mahasiswa D3 Keperawatan STIKes Bantul dalam pelatihan BTCLS, kerjasama dengan PT Citra Paramedika Yogyakarta - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – STIKes Bantul sukses menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) tahun 2026.

Pelatihan intensif yang berlangsung selama 6 hari di Kaliurang, Yogyakarta, ini diikuti oleh para mahasiswa D3 keperawatan guna membekali mereka dengan keterampilan kegawatdaruratan medis berstandar internasional.

​Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama strategis antara STIKes Bantul dengan PT Citra Paramedika Yogyakarta, lembaga kediklatan kegawatdaruratan yang telah berpengalaman sejak akhir dekade 90-an dan dibidani saat peristiwa letusan Gunung Merapi.

​Ketua STIKes Bantul, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Ia memastikan seluruh mahasiswa peserta dinyatakan lulus dan kompeten.

​”Atas nama Ketua STIKes Bantul tentu saya bersyukur bahwa pelaksanaan diklat BTCLS tahun 2026 ini sudah terlaksana dengan baik dan Insya Allah semuanya lulus kompeten,” ujar Nuryadin, Rabu (19/08/2026).

Melalui sinergi ini, kata Nuryadin, STIKes Bantul berharap para lulusannya tidak hanya siap terserap di bursa kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dalam meminimalkan risiko kematian serta kecacatan akibat bencana maupun kecelakaan

​Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STIKes Bantul, Natalia Erna Nuraini, S.Kep., Ns., M.Kep., menambahkan bahwa sertifikat BTCLS merupakan nilai tambah esensial bagi mahasiswa.

​”Program BTCLS ini adalah pelatihan yang diberikan kepada mahasiswa untuk bekal nanti mereka dalam mencari pekerjaan. Sehingga harapannya dengan mahasiswa yang kita luluskan ini, mereka selain mempunyai ijazah juga sudah mempunyai sertifikat BTCLS, untuk memudahkan nanti dalam melamar pekerjaan, terutama di bidang klinik,” jelas Natalia.

​Sementara itu, anggota Komisaris PT Citra Paramedika, Dr. Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep., menjelaskan bahwa materi pelatihan dirancang komprehensif selama 3 hari teori dan 3 hari praktik (technical skill).

Kurikulum yang digunakan mengacu pada standar American Heart Association (AHA) terbaru, mencakup manajemen trauma organ, pencegahan korupsi, Building Learning Commitment (BLC), hingga penanganan kegawatdaruratan jantung.

“​Pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada kesiapan karier profesional, tetapi juga misi kemanusiaan,” ungkap Dr.Sutono.

Rita Dinda Safitri, mahasiswi Prodi D3 Keperawatan STIKes Bantul yang berhasil meraih peringkat pertama sebagai peserta terbaik dengan nilai gemilang 90,4, membagikan kesannya.

​”Alhamdulillah, diberikan kesempatan untuk mengikuti BTCLS ini. Dari materi yang diberikan, kami bisa terapkan ke dalam praktiknya sehingga lebih jelas, lebih mudah dipahami, dan kami bisa melakukan itu sesuai dengan materi yang telah diajarkan,” tutur Rita.(Jon)