KORANJURI.COM – SMAN 2 Purworejo mewujudkan program SMA MANTAP (Akademik, Terampil, dan Produktif) lewat kegiatan kokurikuler berbasis keterampilan dan kepedulian sosial. Salah satu hasilnya, kain shibori sepanjang 1 kilometer yang dibentangkan siswa kepada masyarakat, Kamis (10/09/2026).
Rangkaian kegiatan dimulai Senin (07/09/2026) dengan deklarasi SMA MANTAP. Pada Selasa (08/09/2026) dan Rabu (09/09/2026) siswa mengikuti pelatihan sekaligus proses pembuatan shibori bersama Seplawan Art.
Para siswa belajar teknik membuat shibori mulai dari melipat, mengikat, hingga mewarnai kain. Selain keterampilan tekstil, mereka juga dilatih bekerja sama, membagi tugas, menyelesaikan produksi, hingga menampilkan karya di hadapan publik.
Puncak kegiatan digelar Kamis. Siswa membentangkan kain shibori 1 kilometer sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar selama dua hari.
Tak hanya itu, siswa juga membentuk formasi simbol pita dan tulisan “NTT”. Formasi itu menjadi ungkapan duka dan solidaritas untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sedang menghadapi bencana.
Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Kepala SMAN 2 Purworejo Drs. Sukisno, M.M.Pd. Dalam doanya, Sukisno menekankan agar program SMA MANTAP tidak berhenti sebagai slogan.
“Jangan jadikan semua itu hanya sebuah slogan, tetapi jadikanlah sebagai nilai yang benar-benar hidup dalam keseharian kami,” demikian penggalan doa yang disampaikan Sukisno.
Ia juga mengingatkan musibah NTT sebagai pelajaran kesiapsiagaan.
“Ajarkan pula kepada kami bahwa bencana dapat datang tanpa mengenal waktu dan tempat. Tumbuhkan dalam diri anak-anak kami kepedulian, kesiapsiagaan, dan rasa tanggung jawab terhadap keselamatan diri maupun orang lain,” lanjutnya.
Menurut Sukisno, ia memohon agar para siswa tumbuh menjadi generasi yang berilmu, terampil, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Rangkaian SMA MANTAP SMAN 2 Purworejo akan berlanjut dengan fashion show pada Jum’at (11/09/2026).
Melalui program ini, siswa SMAN 2 Purworejo tidak hanya belajar membuat karya, tetapi juga mendapat pengalaman berproses, berkolaborasi, tampil di masyarakat, serta menunjukkan kepedulian sosial. (Jon)





