KORANJURI.COM – Menghadapi potensi bencana perairan dan membekali siswa dengan keterampilan bertahan hidup, SMK Bharasa Purworejo sukses menggelar pelatihan water safety (keselamatan air) bagi seluruh siswa kelas X.
Kegiatan tahunan yang menjadi rangkaian Milad sekolah ini bekerja sama langsung dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026 ini, diikuti oleh sekitar 83 siswa. Berbeda dengan water rescue yang berfokus pada penyelamatan orang lain oleh tenaga ahli, pelatihan ini dirancang khusus bagi siswa, yang mayoritas belum mahir berenang, agar mampu menyelamatkan diri sendiri dalam kondisi darurat di air.
“Water safety itu bagaimana caranya anak bertahan di air ketika nanti terjadi bencana atau kecelakaan. Misalkan pesawat jatuh dan terombang-ambing di air. Selama itu bagaimana caranya anak itu bisa bertahan di air,” ujar Pembina PMR SMK Bharasa Purworejo, Maryatun, S.Pd., di sela kegiatan, Rabu (09/09/2026).
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan materi teori hingga praktik langsung di lapangan. Mulai dari teknik masuk air yang benar untuk menghindari syok suhu, teknik mengapung (floating), uji daya apung (buoyancy), cara melompat dari buritan kapal, hingga teknik bertahan hidup dan makan di tengah perairan terbuka.
Hebatnya lagi, siswa juga dilatih memanfaatkan barang-barang yang melekat di tubuh sebagai alat pelampung darurat.
“Jadi, bisa membuat pelampung buatan menggunakan celana atau baju yang sedang dikenakan. Itu bisa menjadi alat alternatif untuk pelampung buatan,” ungkap Haryo Setyoko, Kasi Pelayanan Kepalangmerahan dan PSD PMI Kabupaten Purworejo, selaku pemateri.
Menurutnya, water safety itu adalah pelatihan keselamatan di dalam air. Jadi siswa ini diberikan pelatihan untuk bagaimana dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri terlebih dahulu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di air.
Harapannya, kata Haryo, dengan pelatihan ini, bisa menambah pengetahuan siswa, dimana hal ini sangat jarang tersosialisasikan. Dengan pelatihan ini membekali siswa untuk kewaspadaan diri di air.
“Jika misalnya ketika suatu saat berpergian yang harus melewati perairan atau melakukan aktivitas seperti umpamanya memancing di laut dan sebagainya itu sudah harus lebih waspada. Namun yang paling penting adalah jika terjadi hal yang tidak diinginkan, adik-adik atau para peserta ini sudah tidak panik. Jadi, tahu apa yang harus dilakukan,” terang Haryo.
Waka Humas SMK Bharasa Purworejo, Agus Suratno, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari ekstrakurikuler wajib PMR guna melatih keberanian dan teknik dasar penyelamatan diri bagi para siswa.
Melalui pembekalan ini, pihak sekolah dan PMI berharap para siswa tidak lagi panik, memiliki kesiapsiagaan tinggi saat beraktivitas di dekat perairan, serta mampu mengedukasi rekan sebaya maupun adik tingkat mereka di masa mendatang.
“Pelatihan Safety Water ini sangat bermanfaat bagi siswa,” pungkas Agus.(Jon)





