KORANJURI.COM – Rasa tenang kini menyertai Jumiyah (51) setiap kali kontrol kesehatan di RSUD R.A.A. Tjokronegoro. Petani asal Purwodadi, Kabupaten Purworejo ini, tak lagi dibayangi kekhawatiran biaya berobat berkat Program JKN segmen PBI APBD.
Iurannya ditanggung Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo.
Saat ditemui petugas BPJS Satu di area farmasi rumah sakit, Jumiyah menceritakan betapa besar arti JKN bagi keluarganya.
“BPJS sangat membantu saya, terutama dari segi biaya. Kalau harus berobat secara umum, biayanya tentu sangat besar,” ujar Jumiyah, Jum’at (11/09/2026).
Arti penting jaminan kesehatan itu terasa saat anak keduanya masih kelas 6 SD. Anaknya memiliki benjolan di telinga dan harus menjalani operasi. Di tengah kondisi itu, Jumiyah bingung memikirkan biaya.
“Yang saya pikirkan waktu itu bagaimana anak saya bisa segera ditangani. Biaya berobat juga membuat saya kepikiran,” kenangnya.
Sebagai ibu, Jumiyah kemudian mengadu ke pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Dari proses itulah, ia bersama keluarga terdaftar sebagai peserta PBI APBD Kabupaten Purworejo.
“Alhamdulillah akhirnya kami bisa punya JKN. Rasanya lega sekali,” ungkapnya.
Sejak saat itu JKN menjadi bagian perjalanan kesehatan keluarganya. Anak yang dulu dioperasi kini sudah kelas 3 SMA. Sementara Jumiyah sendiri rutin kontrol tiap bulan di RSUD. Ia juga beberapa kali mendampingi keluarga berobat.
Bagi Jumiyah, JKN memberikan rasa aman saat sakit datang tiba-tiba.
“Yang paling saya rasakan itu tenang. Kalau tiba-tiba sakit, saya sudah tidak terlalu khawatir memikirkan biaya. Jadi kami bisa lebih fokus untuk sembuh,” tuturnya.
Pengalaman anaknya dioperasi menjadi pelajaran berharga. Karena itu ia menilai penting memastikan keluarga memiliki jaminan kesehatan.
Petugas BPJS Satu juga mengingatkan Jumiyah agar memastikan status kepesertaan PBI APBD tetap aktif. Jika tidak aktif, peserta bisa mengusulkan reaktivasi melalui pemerintah desa atau Dinas Sosial.
Kini di sela kesibukan sebagai petani, Jumiyah tetap rutin menjaga kesehatan.
“Sekarang kalau harus berobat, saya sudah tidak terlalu khawatir memikirkan biayanya. Kami bisa lebih tenang,” kata Jumiyah.
Kisah Jumiyah menjadi bukti bahwa PBI APBD Purworejo hadir memberi perlindungan dan ketenangan bagi keluarga, terutama saat menghadapi kebutuhan kesehatan yang tidak terduga. (Jon)





