KORANJURI.COM – Meski kalender akademik belum menunjukkan waktu kelulusan, puluhan siswa SMKN 3 Purworejo sudah bisa bernapas lega.
Tercatat, hingga Februari 2026, sejumlah industri besar telah melakukan rekrutmen dan menyatakan kesiapannya untuk menampung para siswa lulusan tahun ajaran 2025/2026 segera setelah mereka menyelesaikan tugas sekolah.
Kepala SMKN 3 Purworejo, Wahyono, S.Pd., M.Pd., didampingi Ketua BKK (Bursa Kerja Khusus) Daya Mandiri, Sulastri, S.Pd., mengungkapkan bahwa keterserapan siswa di dunia kerja tahun ini menunjukkan tren yang sangat positif.
Dalam wawancara yang dilakukan pada Senin (23/02/2026), Sulastri memaparkan sejumlah perusahaan yang telah mengunci nama-nama calon tenaga kerja dari siswa kelas XII.
Di PT Ungaran Sari Garment (USG), sebanyak 86 siswa sudah siap berangkat, sementara 23 siswa lainnya masuk dalam daftar tunggu (waiting list) menanti usia genap 18 tahun. Di RM Pringsewu 6 siswa, Martha Tilaar 6 siswa, PT Solaria: 4 siswa serta di De Wave dan Roti’O saat ini masih dalam tahap seleksi dan menunggu pengumuman hasil.
“Jadi meskipun belum terima ijazah, mereka sudah diterima bekerja. Begitu tugas sekolah selesai di bulan Mei dan usia mereka sudah 18 tahun, mereka langsung diberangkatkan,” ujar Sulastri.
Disampaikan, bahwa untuk menjamin keterserapan siswa, dari BKK telah menjalin kerjasama dengan puluhan perusahaan dari DUDI (dunia usaha dunia industri) di berbagai bidang, untuk menyalurkan siswa pasca lulus dari jurusan tata busana, tata kecantikan dan tata boga.
Wahyono menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada lulusan yang bekerja, tetapi juga mereka yang memilih berwirausaha atau melanjutkan studi. Target besarnya adalah 100% keterserapan.
“Tahun lalu (lulusan 2024/2025), hasil tracer study kami mencapai 96%. Untuk tahun 2026 ini, kami optimistis angka tersebut terus naik. Sosialisasi dan rekrutmen pun masih terus berjalan,” jelas Wahyono.
Menariknya, SMKN 3 Purworejo tidak hanya mengandalkan keahlian teknis (hard skill) siswanya. Wahyono menekankan bahwa dunia industri saat ini jauh lebih menghargai soft skill.
“Dunia kerja tidak hanya butuh orang yang pintar menjahit atau memasak, tapi mereka butuh kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan keramahan. Tanpa itu, kontrak bisa habis di tengah jalan. Kami menanamkan karakter ini selama tiga tahun secara berkala,” tegasnya.
Pihak sekolah berharap, dengan banyaknya lulusan yang terserap di posisi strategis seperti pengawas atau trainer, mereka dapat menjadi “jembatan” bagi adik-adik kelasnya di masa depan, menciptakan rantai kerja yang solid antara alumni dan almamater.
Berikut daftar nama DUDI (dunia usaha dunia industri) yang bekerjasama dengan BKK Daya Mandiri SMKN 3 Purworejo:
PT Ungaran Sari Garment, PT Anggun Bantul, PT Busana Remaja Agracipta, PT Libra Permana Ungaran, Hop Lun Pringapus, PT Hessed, PT Selalu Cinta Indonesia Salatiga, PT Nusa Prima Pangan (Solaria) Jakarta
Dynamic Backery & Cake, PringSewu Restaurant Group, Bagian Gizi RSUD dr.Tjitrowardojo, PT Sebastian Citra Indonesia (Roti O), Flaurent salon & Eagle Jeans, Salon Farina, Martha Tilar, De Wave, Muslimah Salon Cikarang, Cristal Skincare, Estetic SkinCare, Alfamidi, LPK X Japan, Prince of The Sea, Ocean Challenges, Kastara, LPK Surya Putra, PT Idea Indonesia dan Disperindag Jawa Tengah.(Jon)





