KORANJURI.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo resmi tancap gas menyambut gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah. Tak main-main, sebanyak 26 cabang olahraga (cabor) telah dipastikan lolos untuk bertarung membawa nama baik daerah.
Sebanyak 187 atlet dan pelatih terbaik kini tengah digembleng dalam persiapan intensif. Pengukuhan kontingen pun telah dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Suranto mewakili Bupati Purworejo, Sabtu (09/05/2026) dengan pengawalan langsung dari Ketua DPRD Kabupaten Purworejo.
Ketua KONI Purworejo, Muhammad Abdullah, atau yang akrab disapa Dulah menegaskan bahwa pihaknya memilih bersikap realistis namun tetap optimistis. Hingga saat ini, KONI belum menetapkan target medali secara kaku karena masih fokus pada pemetaan potensi.
“Kami tidak ingin gegabah. Penentuan target harus berbasis data dari hasil latihan, try out, dan perkembangan atlet. Dinamika kekuatan di tiap cabor sangat cepat berubah,” jelas Dulah.
Ada hal menarik dalam persiapan kali ini. KONI Purworejo menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan para pejuang olahraga. Selama enam bulan masa persiapan, atlet dan pelatih menerima insentif bulanan dengan skema yang bervariasi mulai Rp600 ribu hingga Rp900 ribu.
Atlet dari cabang olahraga yang belum pernah menyumbang medali mendapat Rp600 ribu per bulan. Sementara cabang olahraga peraih medali perunggu mendapat Rp750 ribu dan cabor peraih emas maupun perak memperoleh Rp900 ribu per bulan.
Selain uang saku, seluruh anggota kontingen telah terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini menjamin keamanan atlet jika terjadi risiko cedera selama masa latihan maupun saat bertanding.
Kualitas persiapan tahun ini juga meningkat drastis. Beberapa atlet bahkan menjalani pemusatan latihan di luar daerah hingga luar negeri. Atlet cabor aeromodelling, misalnya, saat ini tengah menjalani uji tanding di Filipina, sementara atlet menembak difokuskan di Jakarta.
Ketua Kontingen, Dion Agasi Setiabudi, memastikan bahwa urusan logistik dan administrasi tidak akan membebani atlet.
“Kami ingin atlet fokus 100% pada pertandingan. Urusan akomodasi dan pemberangkatan sudah kami siapkan secara maksimal,” tegas Dion.
Untuk membakar semangat juang, Pemkab Purworejo telah menyiapkan bonus besar bagi mereka yang berhasil membawa pulang medali.
Medali Emas: Rp50 Juta (Perorangan) / Rp75 Juta (Beregu). Medali Perak: Rp30 Juta (Perorangan) / Rp40 Juta (Beregu). Medali Perunggu: Rp15 Juta (Perorangan) / Rp25 Juta (Beregu).
Dukungan total ini diperkuat dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,2 miliar dari APBD Murni 2026. Anggaran ini naik signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sebagai bentuk komitmen nyata Pemkab Purworejo dalam memajukan prestasi olahraga di kancah provinsi. (Jon)





