KORANJURI.COM – Bulan Maulid menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Hal tersebut disampaikan Pengacara asal Solo Wawan Ardianto, SH yang mengatakan peringatan Maulid tidak hanya dimaknai sebagai mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat keteladanan terhadap akhlak dan ajaran yang beliau wariskan.
Menurut Wawan, kecintaan kepada Nabi Muhammad dapat diwujudkan dengan mengenal lebih dekat perjalanan hidup, perjuangan, serta akhlak beliau dalam menjalankan dakwah. Rasulullah dikenal sebagai sosok yang memiliki sifat jujur, amanah, penyayang, rendah hati, dan senantiasa mengutamakan kemaslahatan umat.
Ia menjelaskan, momentum Bulan Maulid juga dapat menjadi sarana untuk melakukan introspeksi diri. Umat Islam diajak melihat sejauh mana nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan keluarga, lingkungan, maupun masyarakat.
Meneladani Rasulullah, lanjut Wawan, bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku. Sikap saling menghormati, membantu sesama, menjaga persaudaraan, berkata baik, serta menjauhi perbuatan yang merugikan orang lain merupakan bagian dari nilai akhlak yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
Selain memperkuat kecintaan kepada Nabi, Bulan Maulid juga menjadi momentum meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Dengan memahami ajaran Rasulullah secara lebih mendalam, umat Islam diharapkan semakin terdorong menjalankan ibadah dan membangun kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Wawan Ardianto menambahkan, semangat Maulid hendaknya tidak berhenti pada kegiatan peringatan, tetapi terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan kepada Rasulullah dapat tercermin dari kesungguhan mengikuti sunnah, menjaga akhlak, serta menghadirkan manfaat bagi orang-orang di sekitar.
Dengan demikian, Bulan Maulid menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Keteladanan tersebut diharapkan mampu membentuk pribadi yang berakhlak mulia, penuh kasih sayang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat. (*)
Tulisan: Wawan Ardianto, SH



