KORANJURI.COM – Pemerintah Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan peredaran narkoba pada Rabu (04/11/2026).
Mengusung tema “Sekolah Sehat Tanpa O Narkoba: Benteng Kuat Masa Depan Bangsa”, acara yang berlangsung di Wisma Budaya SMAN 7 Purworejo ini ditujukan untuk membentengi generasi muda dari ancaman barang haram tersebut.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta yang merupakan para pengurus OSIS dari berbagai sekolah ini secara resmi dibuka oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H. Kegiatan ini juga dihadiri Kapolres Purworejo AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum, S.H., S.I.K., M.A., dan jajaran, Kepala Bakesbangpol Puguh Trihatmoko, S.H., M.H., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., Ketua MKKS SMP Sutarto, S.Pd., M.Pd., Ketua MKKS SMA Cahyo Winarno, S.Pd., M.Pd., serta jajaran tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H. menegaskan pentingnya peran strategis para pengurus organisasi siswa dalam membendung bahaya narkotika di lingkungan sekolah.
“Narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Penyalahgunaannya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan pendidikan, cita-cita, dan masa depan,” tegas Yuli Hastuti.
Ia juga menambahkan imbauan khusus kepada jajaran pengurus OSIS yang hadir.
“Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh Ketua OSIS agar mampu menjaga diri, memilih pergaulan yang positif, dan berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Sebagai pengurus OSIS, jadilah teladan bagi teman-teman, serta ikut mengajak mereka melakukan kegiatan positif dan menjauhi narkoba,” tambah Bupati sebelum membuka acara secara resmi.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi dari Duta Anti Narkoba Provinsi Jateng 2026 yang merupakan siswa SMAN 7 Purworejo atas nama Putri, kemudian dilanjutkan narasumber dari pihak kepolisian dan lembaga terkait.
Kasat Narkoba Polres Purworejo, AKP Tri Mukhamad Hariyanto, S.H., memaparkan materi mengenai penegakan hukum, pemetaan potensi ancaman, serta peran aktif pelajar dan mahasiswa.
Narasumber kedua dari BNNK Magelang, Tri Astuti Lestari, S.KM (Penyuluh Narkoba), yang menyampaikan materi bertajuk “Strategi Pencegahan dan Rehabilitasi”.
“Kita perkenalkan narkoba itu apa. Yang kedua, kita jelaskan juga macam-macam dari narkoba tersebut. Terus efeknya seperti apa, bahayanya seperti apa, baik bahaya dari jiwa maupun fisik,” jelas AKP Tri Mukhamad Hariyanto di sela kegiatan.
Ia menekankan bahwa konsekuensi penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada fisik dan mental, tetapi juga memiliki implikasi hukum meski status peserta masih di bawah umur.
“Termasuk nanti akibat-akibat dari pemakaian narkoba. Baik dari kesehatannya sendiri nanti juga sangat berpengaruh, termasuk akibat hukumnya. Jadi output-nya kita mengharapkan anak-anak ini bisa sadar dan tahu, memahami, mengerti apa itu narkoba dan bahayanya. Ini kan generasi-generasi muda, kami mengharapkan untuk anak sekolah untuk zero narkoba,” lanjutnya.
Ketika ditanya mengenai situasi peredaran narkoba di kalangan pelajar Purworejo, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa sejauh ini kasus di tingkat pelajar masih nihil.
“Untuk kalangan pelajar belum ada, masih aman. Namun di tahun 2026 hingga saat ini sudah ada 24 laporan terkait kasus narkoba,” ungkapnya.
Kepala SMAN 7 Purworejo, Hari Peni Sri Pamedar, S.Si., M.Pd., M.Eng., menjelaskan bahwa sekolahnya bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara yang diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Bakesbangpol Purworejo tersebut.
Ia menerangkan bahwa inti kegiatan ini adalah sosialisasi sekaligus penandatanganan komitmen bersama.
“Jadi kegiatan ini adalah sosialisasi sekaligus ikrar bersama untuk pelajar SMA dan SMP Kabupaten Purworejo yang menyatakan bebas dan tidak menyalahgunakan narkoba guna menciptakan sekolah sehat tanpa narkoba,” ungkap Peni.
Mengenai peserta yang hadir, Peni mengonfirmasi bahwa sasaran utama acara ini adalah para pemimpin organisasi siswa (OSIS) yang merupakan perwakilan dari berbagai sekolah, baik SMP maupun SMA/sederajat.
Menutup keterangannya, Peni menyampaikan harapannya agar para Ketua OSIS yang hadir mampu menularkan nilai-nilai positif kepada rekan-rekan mereka.
“Harapannya, anak-anak memahami betul bahaya dan resikonya narkoba, sehingga menumbuhkan kesadaran anak-anak untuk no drugs, untuk betul-betul tidak mencoba yang namanya narkoba. Dan anak-anak yang hadir di kegiatan ini akan menjadi agen sebaya buat teman-teman yang lainnya,” pungkasnya.(Jon)





