Deteksi Dini Penyakit, Civitas Akademika STIKes Bantul Jalani CKG dari Puskesmas Bantul II

oleh
Pelaksanaan CKG di STIKes Bantul oleh tim dari Puskesmas Bantul II - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – UPTD Puskesmas Bantul II bersama STIKes Bantul sukses menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh sivitas akademika di kampus STIKes Bantul pada Jum’at, 25 September 2026.

Kegiatan nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini difokuskan untuk mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit tidak menular, seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tidak normal, kelebihan berat badan, hingga masalah kesehatan jiwa yang rentan dialami oleh usia muda.

Ketua STIKes Bantul, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program ini mengingat banyaknya mahasiswa perantau dari luar Yogyakarta yang menempuh pendidikan di Kabupaten Bantul, sehingga kesehatan mereka perlu dijaga secara optimal.

Sebagai Ketua STIKes, Nuryadin menyambut baik kegiatan ini karena memang ini juga bagian dari kepentingan kampus untuk tetap menjaga para mahasiswanya dan juga seluruh sivitas akademika di STIKes Bantul mulai dari mahasiswa, tenaga tendik, dosen hingga pimpinan supaya betul-betul sehat.

“Dan dampaknya pada kinerja atau proses kegiatan belajar mengajar di kampus kita itu bisa berjalan lancar,” ujar Nuryadin.

Menurutnya, program ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan koordinasi seluruh rektor pimpinan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Bantul beberapa waktu sebelumnya dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul terkait program pelaksanaan cek kesehatan gratis ini.

Diungkapkan oleh Nuryadin, bahwa selama ini memang pihaknya dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul juga sudah kerja sama dalam berbagai hal, misalnya KKN, kemudian PKL mahasiswa baik itu di puskesmas, di rumah sakit, maupun di masyarakat di Kabupaten Bantul.

“Sehingga bagi kami kerja sama ini bukan sesuatu yang baru dan kami siap mendukung seluruh program-program Dinas Kesehatan di Kabupaten Bantul sebagaimana Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul juga mendukung program-program kami,” kata Nuryadin.

Senada dengan hal tersebut, Penanggung Jawab Program Cek Kesehatan Gratis sekaligus Direktur UPTD Puskesmas Bantul II, dr. Nur Vivi, turut menyampaikan rasa terima kasih atas fasilitas dan antusiasme pihak kampus.

Ia juga memuji peran aktif mahasiswa STIKes Bantul yang ikut terjun langsung membantu proses pelayanan mulai dari pendaftaran, skrining, hingga pencatatan hasil.

“Melalui program ini, kami berupaya mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit, sehingga upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” ujar dr. Nur Vivi.

Padahal menurutnya, berbagai faktor risiko penyakit tidak menular, seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tidak normal, kelebihan berat badan, maupun masalah kesehatan jiwa dapat muncul sejak usia muda dan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.

dr. Nur Vivi menyebut, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting agar setiap individu mengetahui kondisi kesehatannya, sehingga dapat menjaga produktivitas dan kualitas hidup dalam jangka panjang.

“Melalui kolaborasi berkelanjutan antara fasilitas layanan kesehatan primer dan institusi pendidikan ini, para peserta yang hasil pemeriksaannya memerlukan penanganan lebih lanjut diimbau untuk segera mendatangi faskes pertama masing-masing,” ujar dr. Nur Vivi

Diharapkan, sinergi ini dapat terus berjalan guna mewujudkan lingkungan kampus yang sehat, mencegah penularan penyakit berbahaya, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Bantul.(Jon)