HUT ke-43 SMPN 25 Purworejo: Luncurkan Buku Antologi dan Perkuat Budaya Melalui Sendratari

oleh
Launching buku antologi karya siswa, guru dan alumni di puncak HUT ke-43 SMPN 25 Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 SMPN 25 Purworejo (07 November 1983 – 07 November 2026) berlangsung sangat meriah pada Sabtu (07/11/2026).

Mengusung tema “43 Tahun Berkarya Bersama Meraih Juara”, puncak perayaan tahun ini ditandai dengan dua pencapaian spektakuler, yakni peluncuran karya literasi antologi dan persembahan pertunjukan seni budaya kolosal.

Secara simbolis, peluncuran sejumlah karya literasi dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M.

Yudhie Agung Prihatno memberikan apresiasi tinggi atas inovasi dalam perayaan HUT ke-43 ini, khususnya keberhasilan menulis buku dan pementasan sendratari berbasis sejarah lokal.

“Harapannya melalui kegiatan ini masyarakat lebih mengenal dan menjadikan SMPN 25 Purworejo salah satu tujuan belajar anak-anak. Dan tentunya dengan dukungan Ibu Kepala Sekolah dan guru, komite, siswa, wali murid, alumni dan masyarakat, SMPN 25 Purworejo dapat terus berprestasi tinggi,” ujar Yudhie.

Kepala SMPN 25 Purworejo, Estu Widiyana Kasih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa karya-karya yang diluncurkan dalam perayaan bersejarah ini mencakup Antologi Puisi berupa karya kreatif para siswa, Antologi Implementasi Pembelajaran Mendalam yang ditulis langsung oleh bapak dan ibu guru serta Buku Cerita Pendek karya alumni Kalimasada, Mutmainah, S.Pd., M.Pd.

Selain penguatan literasi, momentum ini memperkokoh identitas SMPN 25 Purworejo sebagai sekolah berbasis budaya sekaligus penyangga budaya bagi pemerintah desa setempat.

“Acara dipuncaki dengan pagelaran drama tari kolosal berjudul ‘Sang Bagus Buang Pijar Sejarah Tak Terbantah’,” terang Estu.

Pertunjukan megah tersebut merupakan kolaborasi apik antara siswa anggota Sanggar Tari Wiraga Gatra Selawe dan Sanggar Karawitan Manunggal Rahsa. Pementasan ini mengangkat kisah historis Kadipaten Loano serta prosesi pengangkatan Sang Bagus Buang sebagai Patih.

Melalui usia ke-43 yang kian matang, Estu berharap sekolah yang dipimpinnya dapat terus melaju pesat dalam prestasi akademik maupun non-akademik.

“Serta konsisten menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter budaya bagi seluruh peserta didik,” kata Estu.

Ketua Panitia HUT ke-43, Panji Irawan, S.Pd., menjelaskan bahwa puncak acara pada Sabtu (07/11/2026) merupakan bagian akhir dari rangkaian perayaan empat hari berturut-turut yang dimulai sejak Rabu (04/11/2026).

Rangkaian acara tersebut mencakup Lomba menyanyi tingkat SD se-Kecamatan Loano dan sekitarnya dan Lomba bola voli SD se-Kecamatan Loano pada Rabu (04/11/2026). Beberapa pekan sebelumnya, ada juga lomba membuat logo HUT SMP Negeri 25 Purworejo yang ke 43 diikuti oleh seluruh murid kelas 7, 8, dan 9.

Dilanjutkan pada Kamis (05/11/2026) yang diisi dengan kegiatan Alumni Mengajar dan Lomba Tumpeng. Program inspiratif Alumni Mengajar ini menghadirkan tiga tokoh alumni, yakni Mutmainah, M.Pd. (Pengawas SMP Dindikbud Kab. Purworejo), Teguh (pengusaha CV Berguna), dan Rendi (anggota DPRD Kab. Purworejo).

“Pada lomba menghias tumpeng antar-kelas, diambil Juara 1, 2, dan 3 untuk tiap tingkatan kelas (kelas 7, 8, dan 9),” terang Panji.

Pada Jum’at (06/11/2026), diisi dengan kegiatan Kewirausahaan dengan persiapan stan kewirausahaan oleh siswa kelas 9 dan Bakti Sosial membersihkan lingkungan Masjid Tlepo Loano.

Dan pada Sabtu (07/11/2026) sebagai Puncak Acara, dihadiri oleh Kepala Dindikbud Purworejo Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., jajaran pengawas, Korwilcambidik, komite sekolah, kepala sekolah sekitar, para juara lomba tingkat SD beserta guru pendamping, alumni, serta tokoh masyarakat setempat. (Jon)