Pemkab Purworejo Kirim 50 Peserta Ikuti Pelatihan Kader Bela Negara di Rindam IV/Diponegoro

oleh
Foto bersama peserta pelatihan kader bela negara dari Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengirimkan sebanyak 50 orang peserta untuk mengikuti pelatihan kader bela negara di Rindam IV/Diponegoro, Magelang.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI ini bertujuan untuk memperkuat rasa cinta tanah air serta menghadapi dinamika global yang kian kompleks.

Kepala Badan Kesbangpol Purworejo, Puguh Trihatmoko, S.H., M.H., didampingi Kabid Kesatuan Bangsa dan Wawasan Kebangsaan, Nanang Agus Gutomo, S.E., M.M., menjelaskan bahwa puluhan peserta tersebut terdiri dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS), kepala desa, hingga perwakilan BUMN dari wilayah Purworejo.

“Dari Purworejo itu kita kirim 50 orang. Unsurnya terdiri dari PNS, kemudian dari kepala desa, dan juga dari BUMN yang ada di Kabupaten Purworejo,” ujar Puguh saat dikonfirmasi, Jum’at (30/10/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari dari Senin (26/10/2016) hingga Kamis (29/10/2026) ini diisi dengan berbagai materi penting, mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, pencegahan penyalahgunaan narkotika, bijak bermedia sosial, hingga penanggulangan bencana alam.

“Pemateri didatangkan langsung dari berbagai instansi terkait, seperti Kementerian Pertahanan, Rindam IV/Diponegoro, BPBD Provinsi, hingga BNN Kabupaten Magelang,” ujar Nanang menambahkan.

Puguh berharap, para peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu menularkan kedisiplinan serta semangat nasionalisme kepada lingkungan sekitar.

“Diharapkan temen-temen yang kemarin mengikuti pelatihan kader bela negara ini, bisa semakin meningkatkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan juga meningkat, kemudian dia juga menjadi agen perubahan untuk menyampaikan hal-hal yang diperoleh kepada masyarakat,” pungkas Puguh. (Jon)