Dari pengamatan Wahyu, kebanyakan siswa membuat kerajinan atau hiasan menggunakan anyaman bambu, karena dari awal pihak sekolah pernah mendatangkan narasumber yakni pengrajin anyaman bambu dari Bener.
“Jadi setelah orangtua melihat pentas senam kreasi dari siswa kelas 7, mereka mengunjungi stand-stand kelas 8 yang memamerkan berbagai macam hiasan atau kerajinan dari anyaman bambu, dan membeli jajanan di stand market day, baru mengikuti kegiatan sosialisasi program sekolah,” jelas Wahyu.
Dalam sosialisasi ini, terang Wahyuni, dipaparkan tentang rencana atau program sekolah setahun kedepan. Diharapkan di awal tahun pelajaran 2024/2025, sekolah sudah siap dengan apa akan dilakukan.
“Jadi orangtua sudah memahami, oh ini yang akan dikerjakan oleh sekolah untuk tahun depan, ini yang akan dikerjakan oleh anak-anak nanti selama setahun kedepan,” pungkas Wahyu. (Jon)





