KORANJURI.COM – Menjelang rangkaian ujian akhir tahun ajaran 2025/2026, SMK Bharasa Purworejo menggelar kegiatan spiritual bertajuk Mujahadah dan Doa Bersama yang dirangkai dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Rabu (14/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Sulis Rokhmawanto, M.Si., seorang akademisi dari STAINU Purworejo. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dan XII, didampingi oleh wali murid khusus kelas XII, karena siswa kelas X sedang melaksanakan PKL.
Kepala SMK Bharasa Purworejo, Kusumandari, S.Pd., Gr., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali mental dan spiritual siswa menghadapi rangkaian ujian yang akan dimulai pada akhir Januari.
“Harapannya, melalui mujahadah dan doa bersama ini, iman anak-anak semakin kuat dalam menghadapi ujian praktik, ujian kompetensi, hingga PSAJ. Kami juga melibatkan orang tua agar ada kesinambungan doa antara sekolah dan rumah,” ujar Kusumandari saat ditemui di sela acara.
Ada yang menarik dalam tausiyah yang disampaikan Dr. Sulis Rohmawanto. Selain mengulas hikmah Isra’ Mi’raj, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan bagi generasi muda. Hal ini dinilai sangat relevan dengan latar belakang SMK Bharasa yang memiliki jurusan kesehatan.
Dr. Sulis berbagi pengalaman pribadi mengenai keberhasilannya melawan penyakit melalui diet gula dan karbohidrat. Beliau mengingatkan para siswa untuk mulai meninggalkan tren makanan junk food.
“Anak zaman sekarang sukanya makan seblak dan minum es teh jumbo. Padahal, gaya hidup seperti itu memicu risiko diabetes dan kolesterol di usia muda. Pola hidup sehat itu harus dimulai sejak dini, jangan menunggu sakit,” pesan Dr. Sulis dalam tausiyahnya.
Momen ini juga dimanfaatkan sekolah untuk menunaikan nazar atau amanah yang tertunda sejak peringatan Dasawarsa (10 tahun) SMK Bharasa beberapa waktu lalu. Pihak sekolah menyalurkan santunan kepada 10 siswa yang membutuhkan.
“Ada 10 siswa, terdiri dari dua anak yatim piatu dan delapan anak yatim atau piatu. Penyerahannya kami lakukan secara privat (di belakang layar) untuk menjaga kenyamanan para siswa penerima,” tambah Kusumandari.(Jon)





