S2 Hanya Satu Tahun, IAIAN Purworejo Buka Jalur RPL Tak Wajib Tesis

oleh
Sosialisasi penerimaan mahasiswa baru S2 MPI IAIAN Purworejo dan kerjasama MGMP PAI di RM Satu-satu - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kabar gembira bagi para guru dan tenaga profesional yang ingin meraih gelar magister tanpa harus terkendala waktu lama. Institut Agama Islam An Nawawi (IAIAN) Purworejo resmi membuka pendaftaran Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk jenjang S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Menariknya, melalui jalur ini, masa studi yang biasanya ditempuh dalam dua tahun kini bisa dipangkas menjadi hanya satu tahun saja.

Direktur Pascasarjana IAIAN Purworejo, Dr. Muhajir, S.H.I., M.S.I., menjelaskan bahwa sistem RPL memberikan pengakuan atas pengalaman kerja peserta untuk dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).

“Pengalaman kerja minimal dua tahun bisa dikonversi menjadi mata kuliah melalui penilaian portofolio. Bahkan hingga 70 persen mata kuliah bisa dikonversi,” ujar Dr. Muhajir, Sabtu (02/05/2026), di sela kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru dan kerjasama MGMP PAI di RM Satu-satu.

Jabatan strategis seperti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, hingga tenaga administrasi pendidikan memiliki potensi besar untuk mendapatkan konversi SKS maksimal.

Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan program ini adalah fleksibilitas tugas akhir. Mahasiswa tidak lagi diwajibkan menyusun tesis secara konvensional. Sebagai alternatif, mereka bisa menulis artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal terindeks minimal SINTA 2.

“Sistemnya satu semester perkuliahan dan satu semester penyelesaian tugas akhir. Kuliah pun bisa diikuti secara daring (online) maupun luring (offline),” tambahnya.

Dari segi finansial, IAIAN Purworejo mematok total biaya pendidikan hingga lulus sebesar Rp15 juta. Dengan akreditasi program studi “Baik Sekali”, gelar yang diperoleh legal dan dapat digunakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai syarat izin belajar.

Pendaftaran telah dibuka sejak 1 April hingga akhir Agustus 2026 mendatang.

Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI SD Kabupaten Purworejo, Hakim Fauzi, menyambut antusias program ini. Menurutnya, jalur RPL adalah solusi konkret bagi sekitar 500 guru PAI di Purworejo untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa mengganggu tugas mengajar.

“Ini sangat membantu. Lokasi kampus di dalam kota juga efisien secara biaya transportasi. Kami akan segera sosialisasikan ke tingkat kecamatan agar kawan-kawan guru bisa memanfaatkan peluang ini,” pungkas Hakim. (Jon)