PPDI Purworejo Cetuskan Trilogi Kesejahteraan, Perjuangan Baru Agar Perangkat Desa Sejahtera

oleh
Pemotongan tumpeng pada malam resepsi puncak peringatan Harlah PPDI ke-20 di Ganesha Convention Hall Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Purworejo menggaungkan gagasan baru bertajuk “Trilogi Kesejahteraan” dalam puncak Resepsi Hari Lahir (Harlah) PPDI ke-20 yang digelar di Ganesha Convention Hall Purworejo, Sabtu (20/06/2026) malam.

Konsep ini diyakini menjadi kunci mutlak tercapainya kesejahteraan perangkat desa secara berkeadilan melalui pembagian peran strategis antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Ketua PPDI Kabupaten Purworejo, Erwan Widi Ashari, menegaskan bahwa kesejahteraan perangkat desa tidak bisa lagi dibebankan pada satu lini pemerintahan saja.

Mengingat beban kerja perangkat desa yang kian kompleks, mulai dari urusan administrasi hingga mengawal program MBG hingga pengamanan aset KDMP, maka diperlukan komitmen bersama.

“Kami menawarkan sebuah konsep sinergi berkeadilan yang disebut Trilogi Kesejahteraan. Perangkat desa akan benar-benar sejahtera jika tiga pilar pemerintahan berbagi peran secara nyata,” ujar Erwan saat menyampaikan pidato harlah yang diistilahkan sebagai ‘Proposal Purworejo’ tersebut.

Dalam Proposal Purworejo yang berisi tentang sinergi berkeadilan tersebut, Erwan merinci pembagian wewenang yang ideal demi menyokong kehidupan para pamong desa, yakni bagaimana siltap itu menjadi kewenangan pusat, kemudian THR mungkin menjadi kewenangan atau diberikan dari provinsi, kemudian siltap ke-13 nanti dapat diberikan dari kabupaten masing-masing.

Hingga saat ini, ungkap Erwan, sistem penggajian perangkat desa di Purworejo masih mengandalkan skema lama, yakni bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang ditransfer dari rekening kas daerah ke rekening desa.

“Namun saya sangat mengapresiasi kepemimpinan Purworejo saat ini yang membuat distribusi Siltap jauh lebih lancar dibanding satu dekade lalu,” jelas Erwan.

Dia berharap, trilogi kesejahteraan yang dicetuskannya itu nantinya bisa disengkuyung oleh semua komponen stakeholder dari masyarakat dan stakeholder dari pemerintahan.

Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, yang hadir dalam resepsi tersebut bersama Wakil Bupati Dion Agassi Setiabudi dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap kesejahteraan aparatur desa, khususnya terkait kepastian Gaji ke-13.

“Untuk Tahun Anggaran 2026, pelaksanaannya (Gaji ke-13) masih menunggu perubahan anggaran. Sedangkan untuk Tahun 2027, telah kami siapkan alokasinya dalam APBD Murni. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan kepastian peningkatan kesejahteraan perangkat desa,” tegas Bupati disambut tepuk tangan riuh ribuan perangkat desa yang hadir.

Bupati juga mengapresiasi dedikasi luar biasa seluruh perangkat desa di Purworejo sebagai garda terdepan pembangunan dan perekat sosial masyarakat.

Gayung bersambut, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PPDI, Sarjoko, yang juga hadir di lokasi, menyatakan dukungannya terhadap pergerakan dari Purworejo.

Ia menambahkan, perjuangan menyejahterakan perangkat desa dilakukan secara bertahap (step by step).

Saat ini, perjuangan pusat berfokus agar perangkat desa terdaftar di Badan Kepegawaian Negara (BKN), mengingat regulasi ke depan mengarah pada penyaluran Siltap langsung dari APBN ke rekening pemerintah desa, didukung dengan Nomor Induk Aparatur Pemerintah Desa (NIAPD) yang draf Permendagrinya sedang dimatangkan.

“Jika kami langsung meminta status ASN, lembaga pertama yang menolak pasti BKN karena hierarki pembinaannya ada di Bupati, bukan Kepala Desa. Maka solusi terbaik yang sedang kita perjuangkan maksimal adalah agar seluruh perangkat desa dicatat resmi di BKN melalui integrasi NIAPD,” urai Sarjoko.

Dalam laporannya Ketua Panitia Harlah ke-20 PPDI Purworejo, Nanang Purwanto, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini sengaja dirancang meriah sebagai momentum penutup yang manis sebelum kepengurusan periode ini memfokuskan diri pada Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2027 mendatang.

“Sebelum malam puncak resepsi yang ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng, panitia telah sukses menggelar serangkaian kegiatan strategis,” jelas Nanang.

Kegiatan ini, Turnamen Bola Voli PPDI Cup II di Lapangan Tunas Harapan, Desa Kalimeneng, Kemiri. Kompetisi ini mempertandingkan kategori antar-perangkat. Hasilnya, Juara 1 diraih PPDI Kecamatan Ngombol, juara 2 PPDI Kecamatan Kemiri, juara 3 PPDI Kecamatan Gebang, dan juara 4 ini PPDI Kecamatan Pituruh.

Dalam event ini juga ada turnamen untuk kategori Umum U-20. Hasilnya, juara 1 diraih tim Forader Kemiri, juara 2 tim Ngombol Jempol, Ngombol, juara 3 adalah tim Berkah Indah Putra Grabag dan juara 4 tim dari Lentera Muda Kemiri.

Rangkaian kegiatan lainnya, adanya
Sekolah Pamong yang berlangsung di STIE Rajawali pada 6 Juni 2026 lalu yang diikuti oleh 271 perangkat desa baru. Juga ada Lomba Videografi yang diinisiasi oleh Humas PPDI untuk mengasah kreativitas digital para kader desa.

Acara puncak ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Purworejo, perwakilan DPRD Purworejo Budi Sunaryo, Ketua PPDI Jawa Tengah Heri Purnomo, Ketua Polosoro, serta para camat dari 16 kecamatan se-Kabupaten Purworejo dan sejumlah tamu undangan lainnya. (Jon)