Ratusan Karyawan PDAM Purworejo Ikuti Cek Kesehatan Gratis

oleh
Ratusan karyawan PDAM Purworejo saat mengikuti cek kesehatan gratis - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Suasana kompleks kantor Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo tampak berbeda pada Selasa (03/11/2026). Sebanyak 100 pegawai berkumpul untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah nyata menjaga kebugaran dan mendeteksi potensi penyakit sejak dini di lingkungan kerja.

Kegiatan ini bergulir atas kolaborasi pemerintah melalui Kementerian Kesehatan serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk mendorong pekerja makin peduli pada pemeriksaan fisik secara berkala.

Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, ST MSi, melalui Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan, Jujur Prastowo, S.Kom., menyampaikan bahwa seluruh pembiayaan pemeriksaan ini sepenuhnya ditanggung oleh Kementerian Kesehatan.

“Dari jumlah karyawan yang ada, kami mendapatkan alokasi sebanyak 100 orang. Seluruh pembiayaan pemeriksaan menjadi tanggungan Kementerian Kesehatan. Kami dari perusahaan menyediakan tempat serta data nominatif peserta,” terang Jujur.

Dari total 141 pegawai yang bernaung di PDAM Purworejo, kuota 100 peserta tersebut sudah mencakup mayoritas kekuatan personel perusahaan saat ini.

Dalam pelaksanaannya, PDAM Purworejo menggandeng tim medis dari Puskesmas Mranti. Rangkaian pemeriksaan diawali dari tahapan dasar seperti tensi darah, tinggi dan berat badan, hingga tes kadar gula darah.

Tak berhenti di situ, nakes juga menyediakan layanan diagnostik lanjutan berdasarkan hasil wawancara riwayat kesehatan serta indikasi klinis masing-masing pegawai. Layanan lanjutan ini mencakup pemeriksaan kolesterol, sampel dahak, hingga rontgen yang diprioritaskan bagi karyawan senior.

Jujur menegaskan bahwa pemeriksaan lanjutan tidak dibagikan secara acak atau seragam, melainkan benar-benar menyasar kebutuhan medis peserta.

“Misalnya, dalam skrining ditanyakan apakah dalam dua minggu meledak batuk yang tidak kunjung sembuh atau memiliki riwayat penyakit tertentu. Dari situ menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan pemeriksaan lanjutan, termasuk tes dahak,” urainya.

Bagi peserta yang terindikasi memiliki risiko penyakit (seperti hipertensi atau tekanan darah di atas normal) tim medis langsung memberikan rekomendasi dan surat rujukan agar mereka rutin memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sesuai kepesertaan BPJS Kesehatan.

Bagi manajemen, kegiatan CKG menjadi modal penting untuk mengukur kebugaran riil seluruh tim. Sebab, rasa sehat yang dirasakan secara subjektif belum tentu mencerminkan kondisi organ tubuh yang sebenarnya.

“Kadang kita merasa sehat-sehat saja, tetapi setelah diperiksa ternyata ada beberapa hal yang menjadi peringatan dan perlu diperhatikan. Bagi perusahaan, kegiatan ini sangat menguntungkan karena kondisi kesehatan karyawan bisa diketahui lebih dini,” tegas Jujur.

Ia mengimbau karyawan yang menerima catatan medis dari petugas agar segera memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan untuk penanganan tingkat lanjut sebelum muncul keluhan yang lebih parah.

Menanggapi kewaspadaan terhadap fenomena penyakit musim pancaroba seperti influenza tipe A, Jujur memastikan ketahanan fisik jajaran PDAM Purworejo sejauh ini berada dalam kondisi prima. Indikatornya terlihat jelas dari sangat rendahnya angka pengajuan izin sakit, baik dari staf operasional lapangan maupun unit administrasi.

“Alhamdulillah, karyawan kami jarang yang terkena flu. Teman-teman yang bertugas di lapangan juga sejauh ini masih dalam kondisi sehat. Dari surat izin yang masuk, jumlah karyawan yang tidak masuk karena sakit juga relatif sedikit,” ucapnya lega.

Manajemen berharap momentum CKG ini mampu mentransformasi pola pikir para pegawai agar tidak sekadar menjadikan pemeriksaan kesehatan sebagai agenda seremoni harian, tetapi menjadikannya sebagai gaya hidup sehat berkelanjutan.(Jon)