RSUD Tjokronegoro Purworejo Latih Stafnya Komunikasi Efektif dan Excellent Service

oleh
Pembukaan Pelatihan 'Komunikasi Efektif dan Excellent Service' RSUD dr.Tjokronegoro Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih humanis, RSUD R.A.A. Tjokronegoro Purworejo mengambil langkah konkret dengan menggelar pelatihan intensif bertajuk “Komunikasi Efektif dan Excellent Service”, Jumat (13/02/2026).

Bertempat di Gedung PPNI Kabupaten Purworejo dan disiarkan secara daring, kegiatan ini menjadi ajang pembekalan bagi para pegawai baru serta staf rumah sakit untuk mengasah soft skill dalam berinteraksi dengan pasien.

Direktur RSUD R.A.A. Tjokronegoro, dr. Dony Prihartanto, M.P.H., dalam pembukaannya menekankan bahwa pelayanan kesehatan masa kini tidak cukup hanya dengan aspek medis yang canggih.

“Komunikasi adalah jembatan kepercayaan. Informasi yang disampaikan dengan jelas, akurat, dan penuh empati bukan hanya meredakan kekhawatiran pasien, tapi juga membangun hubungan harmonis yang mendukung proses penyembuhan,” tegas dr. Dony.

Dia menambahkan bahwa target utama rumah sakit adalah menghadirkan Excellent Service, sebuah standar pelayanan yang mampu melampaui ekspektasi pelanggan melalui sikap yang responsif terhadap kebutuhan pasien, ramah dan Empatik dalam setiap tegur sapa, solutif dalam menangani keluhan dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien.

Pada kesempatan tersebut, dr. Dony didampingi oleh Kabid Pelayanan sekaligus Ketua Akreditasi Anny Retno Priastuti, SKM., MM., serta Ketua Pokja Komunikasi Efektif, dr. Erih Williasari, Sp.KJ., yang juga menjadi inisiator kegiatan ini.

“Dengan memperkuat kemampuan komunikasi, kami optimis dapat meningkatkan kepuasan pelanggan secara konsisten, yang pada akhirnya akan memperkuat citra positif dan kepercayaan masyarakat Purworejo terhadap layanan kesehatan lokal,” tutup dr.Dony saat membuka kegiatan.

Pelatihan ini menghadirkan pakar dari RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang, Kurnia Yuliastuti, S.Kep., Ners., M.Kep.

Dalam paparannya, dia menggarisbawahi bahwa komunikasi profesional harus terstruktur dan berintegritas di setiap lini, mulai dari pendaftaran hingga perawatan intensif.

Selama mengikuti pelatihan, para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam simulasi menghadapi berbagai karakter pasien saat sesi praktek, membedah studi kasus pelayanan di lapangan pada sesi diskusi, serta Benchmarking dengan mengadopsi praktik baik (best practices) dari RSUD dr. Adhyatma Semarang.(Jon)