Sabet Juara 1 LKS Keperawatan, Nailurroja dari SMK Bharasa Purworejo Melaju ke Tingkat Provinsi

oleh
Nailurroja dan Almaida Yogi N, dua siswa SMK Bharasa Purworejo yang meraih prestasi di LKS SMK tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Bharasa Purworejo mengukuhkan posisinya sebagai sekolah kejuruan kesehatan unggulan. Dua siswanya sukses meraih piala pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026 yang berlangsung dari Senin (12/01/2026) hingga Kamis (15/01/2026).

Prestasi paling membanggakan diraih oleh Nailurroja (XI Kep 1), yang berhasil menyabet Juara 1 pada mata lomba Keperawatan. Dengan hasil ini, Nailurroja resmi mengantongi tiket untuk mewakili Kabupaten Purworejo di tingkat Provinsi Jawa Tengah yang rencananya akan digelar di wilayah eks Karisidenan Banyumas pada April mendatang.

Tak hanya di bidang keperawatan, SMK Bharasa juga mengukir prestasi di bidang farmasi. Almaida Yogi N, siswi kelas 12 (XII Far), sukses meraih Juara 3 dalam kategori lomba Farmasi.

Kepala SMK Bharasa Purworejo, Kusumandari, S.Pd., Gr., M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para siswa. Ia menyebutkan bahwa Nailurroja berhasil mendominasi lomba dengan skor yang cukup jauh dari peserta lainnya.

“Berdasarkan rekapitulasi nilai, Nailurroja meraih poin tertinggi, yakni 900 lebih. Sementara peserta lainnya masih berada di kisaran angka 880-an,” ujar Kusumandari saat ditemui di sela-sela penutupan LKS di aula SMKN 1 Purworejo, Kamis (15/01/2026).

Menghadapi persaingan di tingkat provinsi, pihak sekolah mulai menyusun strategi khusus. Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, penguasaan Bahasa Inggris menjadi kunci utama selain keterampilan teknis (skill).

“LKS tingkat provinsi biasanya menggunakan Bahasa Inggris, baik untuk materi, tata tertib, komunikasi saat tindakan praktik kepada pasien, hingga sesi tanya jawab atau responsi dengan dewan juri,” jelas Kusumandari.

Pihak sekolah akan memberikan pendalaman khusus pada Medical English (Bahasa Inggris Kesehatan). Hal ini dianggap krusial karena Nailurroja yang masih duduk di kelas XI harus bersaing dengan materi-materi yang mungkin lebih banyak dikuasai oleh siswa kelas 12.

Pihak SMK Bharasa menaruh harapan besar pada ajang provinsi mendatang. Kusumandari berharap Nailurroja mampu menembus posisi tiga besar, sebuah pencapaian yang diharapkan bisa memecahkan rekor baru bagi Kabupaten Purworejo di bidang keperawatan.

“Target kami tidak muluk-muluk, bisa masuk tiga besar saja sudah sangat luar biasa, karena sepanjang sejarah lomba ini di tingkat provinsi, jurusan keperawatan dari Purworejo belum pernah mencapai posisi itu,” ungkapnya.

Meski meraih Juara 1, Nailurroja mengaku perjalanannya tidak mudah. Ia mengungkapkan bahwa waktu latihan yang efektif hanya dilakukan selama kurang lebih dua minggu karena terpotong masa libur semester dan jadwal kegiatan sekolah.

“Kesulitannya kemarin waktu latihan sempat bentrok dengan acara sekolah. Tapi untuk ke provinsi nanti, saya akan lebih memperdalam Bahasa Inggris dan memantapkan skill materi keperawatan sesuai kisi-kisi,” tutur Nailurroja optimis.

Pada lomba tingkat kabupaten, ia berhasil menuntaskan tiga tindakan medis utama, yaitu pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV), mobilisasi dan ambulasi, serta tindakan overbed (mengganti sprei pasien), yang ditutup dengan sesi responsi. (Jon)