SMK Nurussalaf Kemiri Purworejo Jadi Tuan Rumah LKS IT Network System Administration

oleh
Pembukaan LKS SMK tingkat Kabupaten Purworejo mata lomba IT Network System Administration di SMK Nurussalaf Kemiri, Selasa (13/01/2026) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Nurussalaf Kemiri di Purworejo kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu institusi pendidikan kejuruan yang mumpuni di Kabupaten Purworejo.

Pada Selasa (13/01/2026), sekolah ini resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) untuk cabang mata lomba IT Network System Administration.

Kepala SMK Nurussalaf Kemiri, Drs. MGS. Sukusyanto, M.M., membuka kegiatan lomba ini. Dia mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah selama dua tahun berturut-turut.

“Tahun lalu kami dipercaya untuk cabang Perhotelan, dan tahun ini untuk Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Pihak yayasan dan sekolah sangat mendukung, bahkan kami siap menyediakan segala fasilitas agar dapat memotivasi siswa dan guru untuk terus belajar serta menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Sukusyanto.

Dia berharap, melalui persiapan matang yang dilakukan sekolah (termasuk mendatangkan pelatih luar selama satu bulan penuh), pihaknya tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sukses dalam prestasi.

“Kami menekankan kepada anak-anak untuk siap mental. Tidak perlu terbebani target juara, yang penting proses yang dilakukan sudah maksimal. Masalah hasil, kita serahkan sepenuhnya kepada objektivitas juri,” kata Sukusyanto.

Ketua Panitia LKS IT Network System Administration Alwi Al Faruq, S.Kom., menjelaskan bahwa kompetensi yang dilombakan kali ini fokus pada kemampuan mengelola jaringan komputer, menghubungkan client dan server menggunakan berbagai platform seperti Linux Debian dan Windows Server 2022.

“Ada 11 peserta dari total 14 sekolah yang memiliki jurusan TKJ di Purworejo. Meskipun menggunakan sistem virtual untuk menyiasati kebutuhan perangkat yang besar, setiap peserta tetap dituntut memiliki spesifikasi komputer yang tinggi agar bisa menjalankan beberapa sistem operasi sekaligus,” jelas Alwi.

Ia menambahkan bahwa materi yang dilombakan sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini, seperti pengelolaan Mail Server, DNS Server, Database Server, hingga DHCP Server.

Dalam pelaksanaan LKS ini, jelas Alwi, ada tiga juri dari luar yang melakukan penilaian. Mereka ini, Damar Eko dari Politeknik Sawunggalih Aji Kutoarjo, Murhadi dari Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Aldino Raihan dari PT Selaras Citra Terabit.

Para peserta merupakan siswa dari 11 SMK yang memiliki jurusan TKJ, yakni SMK Muhammadiyah Purworejo, SMK ii Kutoarjo, SMK Patriot Pituruh, SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, SMK Pansa Kutoarjo, SMK TKM Teknik Purworejo, SMK Batik Perbaik Purworejo, SMK Pancasila 2 Kutoarjo, Esemkapurwa Purworejo, SMK Nurussalaf Kemiri dan SMK TI Kartika Cendekia Purworejo.

Salah satu juri dari Politeknik Sawunggalih Aji Kutoarjo, Damar Eko, menyebutkan bahwa materi lomba tahun ini merupakan adopsi dari soal tingkat nasional dan provinsi. Ada dua modul utama yang diujikan di tingkat kabupaten: konfigurasi client-server (Linux dan Windows) serta konfigurasi router Cisco.

“Kualitas peserta relatif merata karena materi ini sebenarnya sudah dipelajari sejak kelas 11. Namun, tantangan terbesarnya adalah sinkronisasi pembelajaran antar sekolah yang belum sepenuhnya seimbang,” kata Damar.

Sebagai langkah solusi, pihak akademisi berencana mengadakan pelatihan intensif bagi guru dan siswa.

“Kami dari Politeknik Sawunggalih Aji berencana mengadakan pelatihan untuk membantu memperkecil kesenjangan pemahaman materi tersebut di masa depan,” tambahnya. (Jon)