KORANJURI.COM – Memasuki hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru, SMK Kesehatan Purworejo menggelar kegiatan sosialisasi dan demonstrasi organisasi serta ekstrakurikuler.
Acara yang berlangsung meriah pada Kamis (16/07/2026) ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai wadah kreativitas sekaligus membantu siswa baru kelas X menggali potensi, minat, dan bakat terpendam mereka.
Sebagai sekolah berkarakter berbasis boarding school dengan pendekatan semimiliter dan multiple intelligence, SMK Kesehatan Purworejo berkomitmen penuh untuk mengembangkan seluruh potensi civitas akademika, mulai dari unsur pimpinan, guru, hingga para siswa.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan demo ekstrakurikuler ini.
Ia menekankan bahwa dalam konteks multiple intelligence yang memiliki 7 hingga 9 kecerdasan manusia, tidak ada istilah anak yang bodoh.
“Secara sunatullah, tidak ada anak yang bodoh. Haram hukumnya bagi guru-guru di SMK Kesehatan Purworejo mengatakan pada muridnya bodoh. Yang ada adalah perbedaan fokus kecerdasan, misalnya anak yang lemah di matematika mungkin sangat bagus di bidang organisasi atau riset. Tugas sekolah adalah mengangkat yang lemah dan mengembangkan yang sudah baik,” tegas Nuryadin, Kamis (16/07/2026).
Nuryadin menambahkan, berdasarkan riset, kesuksesan seseorang 70 persen dipengaruhi oleh soft skills seperti kemampuan organisasi, inovasi, kreativitas, dan negosiasi. Sementara kemampuan akademik hanya berpengaruh sekitar 20 hingga 30 persen.
Kendati demikian, sekolah tetap menjaga keseimbangan lewat moto 3T, yaitu Tertib Ibadah, Tertib Belajar, dan Tertib Organisasi.
“Kami ingin anak-anak pintar, cerdas, ibadahnya bagus, dan kemampuan komunikasinya berjalan seimbang. Harapannya
mereka menjadi sosok yang anggun akhlaknya, unggul intelektualnya, serta bersikap simpatik, menarik, tenang, dan meyakinkan. Sehingga ketika lulus nanti, mereka siap kerja, siap kuliah, atau siap bekerja sambil kuliah,” lanjut Nuryadin.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Kesehatan Purworejo, Arini Fadhilah, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa di era teknologi dan perubahan sosial yang cepat ini, organisasi dan ekstrakurikuler berperan penting sebagai laboratorium kehidupan.
Sekolah tidak lagi sekadar menjadi tempat transfer ilmu, melainkan ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan empati.
Kegiatan sosialisasi dan demo ekstrakurikuler ini menurut Arini, bertujuan membantu siswa baru mengenal berbagai pilihan aktivitas yang dapat mereka ikuti selama menempuh pendidikan.
“Dunia kerja saat ini membutuhkan individu yang memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis. Melalui demonstrasi ini, siswa baru tidak hanya menjadi penonton, tetapi diajak melihat langsung prestasi, kreativitas, dan budaya positif yang berkembang di lingkungan sekolah,” ujar Arini.
Tercatat, SMK Kesehatan Purworejo menyediakan sebanyak 19 organisasi dan ekstrakurikuler yang siap mengakomodasi bakat non-akademik siswa.
Pilihan tersebut meliputi OSIS, Rohis, BTQ, PMR, Pramuka, Paskibraka, PKS, Paduan Suara, Musik, Marching Band, Tari, Taekwondo, Pencak Silat, Pecinta Alam, Basket, Voli, Futsal, Karya Ilmiah dan Jurnalistik, hingga Multimedia dan Kewirausahaan.
Arini menyebut, melalui momentum MPLS ini, dukungan sinergis dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat terus mendorong generasi muda SMK Kesehatan Purworejo untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara karakter, unggul dalam pengetahuan, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. (Jon)





