Tekan Angka Pengangguran, Dinperintransnaker Purworejo Gelar Pelatihan Keterampilan Berbasis Kompetensi Angkatan 5

oleh
Foto bersama pembukaan Pelatihan Ketrampilan Berbasis Kompetensi di UPT Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo Angkatan 5 Tahun 2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo resmi menggelar Pelatihan Keterampilan Berbasis Kompetensi Angkatan 5 Tahun 2026.

Program strategis bersumber dari APBN 2026 ini diproyeksikan untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap mengisi pasar kerja sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di Purworejo.

Secara seremoni, pembukaan pelatihan yang berlangsung di kompleks UPT BLK Purworejo, Rabu (30/09/2026) tersebut dilakukan oleh Kepala Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, Dr. Sukmo Widi Harwanto, S.H., M.M.

Dalam laporannya, Kepala UPT BLK Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, Arisah, S.Pd., M.Pd., memaparkan, pelatihan Angkatan 5 ini mencakup 6 paket kejuruan dengan total peserta mencapai 96 orang, masing-masing kejuruan diikuti 16 peserta yang telah lolos seleksi melalui platform Siap Kerja.

Adapun keenam kejuruan tersebut meliputi Mengoperasikan Aplikasi Office Dasar, Pembuatan Roti dan Kue, Las (Welder), Menjahit Pakaian Wanita Dewasa, Pengelolaan Administrasi Perkantoran dan Operator Listrik Industri

“Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai 1 Oktober 2026 hingga 2 Desember 2026, dan seluruh pembiayaannya ditanggung penuh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026,” jelas Arisan.

Kepala Dinperintransnaker Purworejo, Dr. Sukmo Widi Harwanto, S.H., M.M., dalam sambutannya memberikan motivasi sekaligus peringatan keras kepada seluruh peserta yang hadir agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh.

Ia menegaskan bahwa tujuan akhir dari program ini adalah terciptanya SDM yang mandiri, kompeten, dan siap terserap di dunia industri.

“Bersungguh-sungguhlah dan aktif mengikuti pelatihan. Jangan sampai mendapatkan sertifikat tetapi ternyata cuma bisa di dalam balai ini. Misalnya pembuatan roti, namun ketika di rumah mempraktikkan sendiri tidak bisa. Makanya ketika di dalam balai ini diharapkan pelatihan ini bisa betul-betul diikuti dengan saksama,” tegas Sukmo Widi Harwanto saat memberikan pengarahan di hadapan 96 peserta.

Ia menambahkan, melalui pembekalan kompetensi ini, pemerintah daerah menargetkan tingkat penyerapan tenaga kerja minimal mencapai 70% hingga 80%, baik di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Purworejo.

Lebih lanjut, Sukmo juga mendorong para peserta agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

“Harapannya bisa membuka lapangan kerja baru dengan kemampuan yang telah diberikan selama pelatihan di balai ini, sehingga nanti bisa membuka lapangan kerja baru di lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Dengan dimulainya pelatihan ini, Pemkab Purworejo optimis angka pengangguran terbuka dapat ditekan secara signifikan setiap tahunnya melalui peningkatan kompetensi vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja modern.(Jon)