12 Tahun Berdiri, Ini Ambisi Besar SMK Kesehatan Purworejo di Tengah Ketatnya Persaingan Pendidikan

oleh
Foto bersama dalam acara mujahadah, doa bersama, sekaligus buka puasa bersama dalam rangka memperingati Milad ke-12 SMK Kesehatan Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Memasuki dasawarsa kedua pengabdiannya di dunia pendidikan, SMK Kesehatan Purworejo menggelar acara mujahadah, doa bersama, sekaligus buka puasa bersama dalam rangka memperingati Milad ke-12.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (07/03/2026) ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika, mulai dari guru, tenaga kependidikan (tendik), perwakilan siswa, jajaran pengurus Yayasan Bina Tani Bagelen, hingga tamu undangan lainnya.

Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyampaikan bahwa meskipun hari jadi sekolah sebenarnya jatuh pada 1 Maret, peringatan baru dapat dilaksanakan pada hari ini karena suatu hal. Kendati demikian, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi kekhidmatan dan esensi acara.

“Semoga dengan milad yang ke-12 ini, sekolah kita tambah maju, tambah berkah barokah, dan bisa menghadapi tantangan ke depan,” ujar Nuryadin di sela kegiatan.

Ia menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak semakin ringan, melainkan semakin berat, sehingga menuntut kebersamaan dan kekompakan penuh dari seluruh civitas akademika.

Lebih lanjut, Nuryadin memaparkan bahwa di usianya yang ke-12 ini, SMK Kesehatan Purworejo telah berhasil meraih kepercayaan masyarakat. Tantangan utamanya saat ini adalah menjaga amanah dan kepercayaan tersebut di tengah persaingan yang semakin ketat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kepala Sekolah membeberkan sejumlah target strategis yang ingin dicapai sekolah pada tahun ini dan di masa mendatang:

Sekolah menargetkan pembangunan lantai dua di area belakang pada tahun ini, melakukan pembebasan lahan, serta merenovasi gedung di zona tiga yang sudah saatnya diperbarui.

Pihaknya juga berharap ke depannya bisa mendapatkan program bantuan dari pemerintah, khususnya untuk pembangunan fisik.

Nuryadin sangat mendukung para guru untuk lulus sertifikasi atau diterima sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur PPPK (P3K). Baginya, hal ini bukanlah sebuah kerugian bagi sekolah, melainkan bentuk kaderisasi karena pihak sekolah akan kembali merekrut dan mencetak guru-guru baru.

Untuk penyerapan siswa di PTN, ungkap Nuryadin, tahun ini sudah ada enam siswa yang diterima di Poltekkes melalui jalur program KIP. Ke depannya, sekolah menargetkan angka kelulusan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dapat menembus 20 hingga 40 siswa, menyusul rekam jejak kesuksesan sebelumnya di mana lulusan mereka berhasil masuk ke kampus bergengsi seperti UGM, UNY, dan Universitas Brawijaya.

“Melalui momentum Milad ke-12 ini, kita berharap dapat terus mengukir prestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di Indonesia,” pungkas Nuryadin. (Jon)