KORANJURI.COM – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Kutoarjo belum lama ini melaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) dengan pemerintah desa Butuh, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah, Rabu (29/04/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) yang mendorong seluruh jajaran untuk mengembangkan program desa binaan sebagai bagian dari penguatan program pembinaan berbasis masyarakat.
Kegiatan penandatanganan yang dilaksanakan di aula Balaidesa Butuh ini dihadiri oleh Kepala LPKA Kelas 1 Kutoarjo, Ahmad Fauzi dan didampingi para pejabat struktural, beberapa pegawai Jabatan Fungsional Umum (JFU) maupun Fungsional tertentu (JFT), JFU pengamanan, 7 pegawai magang dan beberapa Anak Binaan. Sedangkan dari pemerintah Desa Butuh dipimpin langsung oleh Kepala Desa Butuh, Sunaryo dan didampingi jajarannya.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala LPKA Kelas 1 Kutoarjo, Ahmad Fauzi mengatakan bahwa LPKA Kutoarjo membina Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) usia remaja mulai dari umur 14 tahun sampai dengan usia 18 tahun dari 35 Kabupaten/Kota diseluruh Jawa Tengah.
Dan ruang lingkup perjanjian kerjasama ini melibatkan Anak Binaan LPKA Kutoarjo dan remaja/karang taruna dilingkungan desa butuh antara lain pertama kerja bakti sosial kebersihan lingkungan balai desa Butuh, tempat ibadah. Kedua, Edukasi dan sosialisasi dari pegawai LPKA Kutoarjo kepada remaja desa Butuh melalui program inovatifnya Program pencegahan kenakalan remaja (Propena Remaja). Ketiga, kerjasama bidang olah raga dan seni seperti sparing olahraga futsal, bola voli, tenis meja dan musik band ataupun hadroh antara Anak Binaan dengan remaja di desa Butuh. Keempat, bidang lainnya yang nantinya bisa dikembangkan untuk program pembinaan baik untuk Anak Binaan maupun remaja di desa Butuh nantinya.
“Program kerjasama mewujudkan Desa Binaan dilaksanakan oleh seluruh jajaran pemasyarakatan di seluruh Indonesia termasuk LPKA, tentu bukan seremonial semata namun lebih mengedepankan program-program pembinaan yang lebih berkualitas dan tentunya dalam rangka proses reintegrasi sosial Anak Binaan bisa berbaur dengan masyarakat,” jelas mantan Kepala Lapas Kelas IIB Klaten ini.
Ia menambahkan banyak program-program pembinaan yang ada di LPKA Kutoarjo, yaitu pendidikan kesetaraan, pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian melalui latihan keterampilan seperti perikanan lele, patin dan nila serta pertanian budidaya sayuran kangkung, bayam, sawi sendok, terong dan cabai untuk mendukung program ketahanan pangan.
“Program Pencegahan Kenakalan Remaja (Propena Remaja) juga merupakan salah satu poin yang ada dalam PKS, sebagai program unggulan di LPKA Kutoarjo. Setiap tahunnya, LPKA Kutoarjo diminta untuk menjadi narasumber dalam upaya pencegahan tindakan kenakalan remaja baik oleh pemerintah desa maupun sekolah dilingkungan Kabupaten Purworejo.
Selain itu, data tahun 2025 ada 7 sekolah yang berkunjung ke LPKA Kutoarjo untuk mengetahui secara langsung program pembinaan dan upaya pencegahan yang bisa dilakukan agar tidak menjadi Anak Berkonflik dengan Hukum.,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Butuh, Sunaryo dalam sambutannya menyebutkan sangat mendukung program LPKA Kutoarjo mewujudkan desa binaan sesuai arahan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
Desa Butuh sebagian besar mata pencahariannya sebagai petani dan termasuk salah satu lumbung padi di Kabupaten Purworejo dengan lahan sawah sekitar 140 hektar. Jumlah penduduk mencapai 3.524 orang terdiri dari 1.753 laki-laki dan 1.771 perempuan.
“Dengan 3 ruang lingkup kerjasama tersebut kedepannya masih terbuka untuk dikembangkan kerjasma bidang lainnya, dan tentu kami sangat mendukung upaya pencegahan agar para remaja di desa Butuh tidak sampai masuk menjadi Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) melalui edukasi dan sosialisasi dari LPKA Kutoarjo,” harap Kepala Desa Butuh ini.
Usai penandatanganan perjanjian kerjasama, Para pegawai dan Anak Binaan LPKA Kutoarjo bersama-sama melaksanakan kerja bakti sosial membersihkan lingkungan sekitar Balai Desa agar terlihat lebih nyaman. (Jon)





