KORANJURI.COM – Momentum peringatan hari lahir Bapak Pandu Dunia, Baden Powell, yang jatuh pada tanggal 22 Februari, menjadi hari bersejarah bagi puluhan pembina pramuka di Purworejo.
Bertempat di Ruang Seminar Kampus Sucen, Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR), sebanyak 96 peserta resmi menyandang gelar Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar pada Minggu (22/02/2026).
Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Waka Binawasa) Kwarcab Purworejo, Kak Dra. Hj. Titik Mintarsih, M.Pd.
Dalam suasana khidmat, beliau mengukuhkan para pembina yang kini telah memiliki legalitas formal untuk membina peserta didik di satuannya masing-masing.
Ketua Masa Narakarya Dasar, Eko Gusnawan, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan, Pelantikan dan Pengukuhan Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Kwartir Cabang Purworejo ini dilakukan setelah para peserta melewati kursus intensif pada Mei 2025 lalu.
“Para pembina ini telah menuntaskan masa pengembangan atau Narakarya Dasar selama enam bulan di berbagai pangkalan gugus depan,” ujar Eko.
Bahwa dari total 98 peserta yang mengikuti proses pengembangan, sebanyak 96 orang berhasil menyelesaikan laporan tepat waktu dan dinyatakan lulus.
“Progres Narakarya Dasar di UMPWR tahun ini mengalami peningkatan yang luar biasa. Para peserta menunjukkan komitmen tinggi untuk menyelesaikan administrasi dan praktik lapangan tepat waktu,” jelas Eko dalam laporannya.
Eko menyebut, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis Kwarcab Purworejo dan UMPWR dalam mendukung citra Gerakan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib, sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Para pembina baru ini diharapkan mampu menjawab kendala-kendala di lapangan, seperti peningkatan pemahaman tata cara upacara golongan Penggalang, penguasaan administrasi gugus depan yang sesuai standar nasional dan pemenuhan kuota pembina berkualifikasi mahir di pangkalan sekolah.
Peserta yang dilantik didominasi oleh mahasiswa UMPWR serta pembina dari beberapa sekolah mitra, di antaranya SMPN 23 Purworejo, SMPN 24 Purworejo, dan SMK Pancasila 1 Kutoarjo.
“Mereka telah tersebar di 16 gugus depan selama masa pengembangan untuk mengaplikasikan Prinsip Dasar Kepramukaan (PDK) dan Metode Kepramukaan (MK),” terang Eko mengakhiri laporannya.
Hadir dalam acara tersebut jajaran andalan Kwarcab Purworejo, Kepala Pusdiklatcab, serta para Ketua Gugus Depan (Mabigus) pangkalan UMP dan SMP tempat pengembangan. (Jon)





