Sudah Terbukti, SMK Kesehatan Purworejo Jalankan Program Kerja Sambil Kuliah

oleh
Sosialisasi Program Kerja Sambil Kuliah SMK Kesehatan Purworejo bekerjasama dengan PT Pelita Kasih Utama Astaguna, Jakarta, Rabu (14/01/2026) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Masalah ekonomi kini bukan lagi penghalang bagi lulusan SMK untuk meraih gelar sarjana. Komitmen inilah yang ditegaskan SMK Kesehatan Purworejo melalui kegiatan sosialisasi Program Kerja Sambil Kuliah hasil kerja sama dengan PT Pelita Kasih Utama Astaguna, Jakarta, yang digelar pada Rabu (14/01/2026).

Bertempat di aula setempat, acara ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas XII dari jurusan Keperawatan dan Farmasi. Program ini hadir sebagai jawaban bagi siswa yang memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas namun terkendala keterbatasan finansial.

Perwakilan PT Pelita Kasih Utama Astaguna, Suandani, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kemandirian bagi siswa. Nantinya, para peserta akan ditempatkan bekerja sebagai tenaga home care profesional di wilayah Jabodetabek, sementara mereka menempuh pendidikan di kampus ternama.

“Kami menyiapkan tempat kerja dengan tiga pilihan, merawat bayi, balita, atau lansia. Perusahaan kami resmi dan berizin dari Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Suandani.

Ada pilihan perguruan tinggi dengan prodi-prodi pilihan yang dapat diambil oleh para siswa dalam program.

Ada ITARU (Tarumanagara Group), yang memiliki program studi S1 Keperawatan & Ners, S1 Farmasi, S1 Sistem Informasi/TI, dan D3 Rekam Medis.

Juga STIKES Mayapada, dengan prodi unggulan S1 Keperawatan & Ners serta Administrasi Rumah Sakit (ARS).

Suandani menyebut, keunggulan program ini adalah skema “Program Tuntas”. Lulusan sarjana dari program ini nantinya akan diprioritaskan untuk diserap oleh jaringan rumah sakit grup Mayapada di tingkat nasional maupun internasional.

Suandani memuji respons cepat (gercep) para siswa SMK Kesehatan Purworejo. Belum selesai acara sosialisasi digelar, tercatat sejumlah siswa sudah langsung mendaftarkan diri melalui formulir digital yang disediakan.

“Anak-anak Purworejo luar biasa, sangat ‘sat-set’. Sebagai putra daerah, saya punya visi membangun SDM Purworejo agar lebih baik. Sarjana adalah hak semua orang tanpa memandang latar belakang ekonomi,” tambah Suandani.

Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari visi sekolah. Menurutnya, sekolah harus memberikan solusi konkret bagi masa depan siswa.

“Motto kami adalah lulusan SMK Kesehatan Purworejo siap kerja, siap kuliah, dan siap bekerja sambil kuliah. Hari ini kami berikan jalan keluar bagi anak-anak yang ingin kuliah tapi anggarannya minim,” tegas Nuryadin.

Program ini terbukti sukses dan bukan sekadar wacana. Nuryadin memaparkan bukti keberhasilan alumni mereka. Bahwa pada tahun lalu, dua orang alumni telah diwisuda dari program ini, bahkan salah satunya kini telah direkrut kembali menjadi guru Farmasi di SMK Kesehatan Purworejo.

Terdapat enam lulusan yang saat ini sedang menempuh program serupa, dan diprediksi 5-10 orang akan wisuda pada tahun depan.

Dengan adanya program ini, kata Nuryadin, SMK Kesehatan Purworejo membuktikan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga mengawal masa depan siswanya hingga ke jenjang karier dan pendidikan yang lebih tinggi. (Jon)