KORANJURI.COM – Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Magelang terus memacu perbaikan infrastruktur jalan di wilayah kerjanya guna menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Target utamanya adalah memastikan seluruh ruas jalan provinsi di Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Kebumen bebas dari lubang pada H-7 Idul Fitri.
Kepala BPJ Wilayah Magelang, Dewa Puji Santosa, ST, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan penyisiran dan perbaikan lubang secara intensif.
“Target kami H-7 itu jalan provinsi di wilayah kerja kami bebas lubang. Meski kami belum bisa menjamin jalan bebas gelombang sepenuhnya, prinsip utama kami adalah keamanan pengendara dengan meniadakan lubang,” ujar Dewa, Senin (02/03/2026).
Selain fokus pada penambalan lubang, BPJ juga melaporkan perkembangan signifikan pada penanganan titik-titik longsor di beberapa ruas jalan utama, di antaranya di ruas Bener-Maron (Purworejo), ruas Purworejo-Sibolong (Purworejo) serta ruas Karangbolong-Ayah (Kebumen).
Untuk wilayah Purworejo, progres pengerjaan fisik penanganan longsor telah mencapai 90%, sementara di wilayah Kebumen sudah mencapai 100%.
Dewa optimis pada H-7 Lebaran, titik-titik bekas longsor tersebut sudah dapat berfungsi secara operasional sehingga tidak ada lagi sistem buka-tutup jalan yang dapat menghambat arus mudik.
Dewa mengakui bahwa kendala utama di lapangan saat ini adalah faktor cuaca. Curah hujan yang masih tinggi memicu munculnya lubang-lubang baru secara cepat. Sebagai langkah antisipasi, BPJ menggunakan teknologi aspal CPHMA (aspal dingin) untuk penambalan darurat.
“Penggunaan aspal dingin ini memudahkan kami beraksi cepat di lapangan tanpa harus menunggu pasokan dari pabrik hotmix. Kami juga menyiagakan alat dan bahan material di titik-titik strategis sebagai bentuk antisipasi munculnya lubang-lubang baru,” tambahnya.
Dewa juga mengungkapkan beberapa faktor penyebab kerusakan jalan. Bahwa cuaca yang masih sering hujan menyebabkan munculnya lubang-lubang baru di wilayah kerja BPJ Magelang.
Usia teknis atau umur dari jalan tersebut berpengaruh terhadap tingkat kerusakannya. Selain itu, faktor volume berat kendaraan juga turut mempengaruhi kondisi kerusakan jalan di wilayah tersebut.
“Bagi para pengguna jalan, untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat berkendara dalam kondisi hujan,” tutup Dewa dengan memberikan himbauan. (Jon)





