KORANJURI.COM – Menjelang momentum Idul Adha 2026, Jagal Syariah Indonesia (JSI) Kabupaten Purworejo terus bergerak masif melakukan sosialisasi dan pelatihan juru sembelih halal (Juleha).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan hewan di masyarakat, baik harian maupun kurban, berjalan sesuai syariat Islam dan standar ihsan.
Ketua JSI Kabupaten Purworejo, Andi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja merampungkan pelatihan kolaboratif bersama SMKN 1 Purworejo pada Selasa dan Rabu, 28-29 April 2026. Ini merupakan tahun kedua kerja sama tersebut dijalankan sejak dimulai pada 2025 lalu.
“Alhamdulillah, ini tahun kedua kami bekerja sama dengan SMKN 1 Purworejo untuk memberikan pelatihan kepada siswa, karyawan, hingga guru. Tujuannya agar edukasi ini merata di lingkungan pendidikan,” ujar Andi saat diwawancarai, Kamis (30/04/2026).
Dewan Pengawas JSI Purworejo, Pujo Santoso, menambahkan bahwa latar belakang gerakan masif ini adalah rasa prihatin atas banyaknya praktik penyembelihan yang belum sesuai syar’i.
Menurutnya, masih sering ditemui teknik merobohkan hewan yang menyakiti atau cara memotong yang meragukan tingkat kehalalannya, terutama pada unggas yang dikonsumsi harian.
“Banyak barang yang asalnya halal, tapi karena cara potongnya kurang pas, bisa jadi haram. Itulah yang kami edukasikan. Kita ingin dakwah menghalalkan barang halal,” tegas Pujo.
Pujo menjelaskan, dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali 10 kompetensi berdasarkan SKKNI no 147 tahun 2022, meliputi: Menerapkan Syariat Islam, Melakukan Koordinasi Pekerjaan, Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Menerapkan Higiene dan Sanitasi, Menyiapkan Peralatan Penyembelihan, Melakukan Pemeriksaan Fisik Hewan, Menetapkan Kesiapan Hewan untuk Disembelih, Menerapkan Teknik Penyembelihan Hewan, Memeriksa Kelayakan Proses Penyembelihan dan Menetapkan Status Kematian Hewan
Disampaikan, bahwa dalam teknik penyembelihan, tiga saluran pada hewan, meliputi saluran makan, saluran pernapasan, dan saluran darah harus terpotong sekali sayat di satu titik.
Dicontohkan, titik potong ini kalau sapi di bawah jakun lima jari, pada kambing di bawah jakun tiga jari serta ayam satu jari dibawah jakun.
Selain aspek ibadah, JSI menekankan bahwa menjadi juru sembelih profesional adalah keahlian yang sangat menjanjikan secara ekonomi. Pujo membeberkan adanya peluang karier internasional melalui jaringan Juleha yang terkoneksi hingga ke Finlandia, Swiss, hingga Timur Tengah.
“Kalau profesi jagal ini ditekuni secara profesional dan memiliki sertifikat BNSP yang diakui dunia, gajinya bisa mencapai Rp40 juta per bulan di luar negeri. Ini bisa jadi ‘senjata’ bagi siswa SMK jika nanti mereka belum beruntung di bidang teknis lainnya,” jelasnya.
Ke depan, JSI Purworejo berencana memperluas jangkauan edukasi ini ke tingkat kabupaten dengan menyasar organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan (Ormas).
“Kami sudah masuk lewat PGRI, dan selanjutnya kami sedang menjajaki kerja sama dengan Muhammadiyah serta PCNU. Harapannya, ilmu manajemen kurban dan sembelihan halal ini bisa masif di seluruh lapisan masyarakat Purworejo,” pungkas Pujo.(Jon)





