Belum Lulus, Ratusan Siswa SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo Langsung Kerja di Industri

oleh
Para penerima beasiswa prestasi USK foto bersama Kepala SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo Tri Yulianto - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo di Kabupaten Purworejo kembali membuktikan kualitasnya sebagai sekolah pencetak tenaga kerja siap pakai.

Dalam prosesi Purnawiyata siswa kelas XII Angkatan ke-59 tahun pelajaran 2025/2026 yang digelar Rabu (13/05/2026), tercatat sebanyak 103 siswa sudah resmi bekerja di berbagai perusahaan besar bahkan sebelum mereka dinyatakan lulus secara resmi. Mereka pun tak bisa ikut hadir dalam Purnawiyata.

Kepala SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, Tri Yulianto, S.Kom, M.Pd., menjelaskan bahwa keterserapan lulusan tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Melalui inovasi Bursa Kerja Khusus (BKK), sekolah tidak hanya menyalurkan siswa ke industri dalam negeri seperti Solaria, Yamaha, PT Ungaran Sari Garment dan lainnya, tetapi juga melakukan terobosan ke luar negeri.

“Kami memberikan dana talangan bagi siswa yang ingin berangkat ke Jepang. Sudah ada 11 anak yang kami bantu dengan dana talangan Rp7 juta per anak melalui BKK,” ujar Tri Yulianto dalam sambutannya.

Langkah ini diambil untuk membuka peluang bagi siswa di tengah perubahan pasar kerja global, termasuk pengiriman siswa untuk program magang di Jerman.

Dari lulusan tahun ini, ungkap Tri Yulianto, ada 22 siswa tengah mengikuti program job ke Jepang dan 2 siswa mengikuti program Ausbildung Jerman.

“Kami bangga melihat lulusan kami langsung diterima di dunia kerja. Ini adalah bukti bahwa SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo benar-benar bisa menjadi pilihan utama bagi generasi muda,” ujar Tri Yulianto.

Sementara itu, Ketua Panitia Purnawiyata Wahyuni S.Pd., M.Pd., didampingi Waka Humas Riza Dwi Surachman, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa 103 siswa yang sudah bekerja tersebut tidak dapat hadir dalam Purnawiyata.

Para peserta Purnawiyata ini berasal dari enam kompetensi keahlian unggulan sekolah, yakni Akuntansi, Manajemen Perkantoran, Desain dan Produksi Busana, Bisnis Digital, Teknik Komputer Jaringan dan Teknik Sepeda Motor.

Wahyuni menyebut, dengan dukungan 15 an mitra industri aktif, pihak sekolah optimis angka keterserapan akan terus melonjak, mengingat hasil tracer study tahun sebelumnya mencapai angka fantastis 98 persen.

Mitra-mitra industri ini menurut Wahyuni juga berperan penting terhadap kontribusi terhadap sekolah, baik itu untuk sekolah maupun sebagai tempat untuk alumni bekerja.

“Saat ini kita tengah berproses dan kita maksimalkan, karena ada beberapa kegiatan atau agenda untuk proses rekrutmen. Di tanggal 15, 18 Mei itu juga ada rekrutmen dari beberapa mitra kita juga,” ujar Riza menambahkan di sela kegiatan.

Disampaikan pula, dalam Purnawiyata juga ada penyerahan beasiswa prestasi USK dari masing-masing kompetensi keahlian.

Mereka ini, Iqbal Nasik ( XII TSM 2-Teknik Sepeda Motor), Raihan Saputra (XII TKJ 1-Teknik Komputer dan Jaringan), Mega Aulia Syaputry (XII BD-Bisnis Digital), Cyntia Rahmawati (XII MP 3-Manejemen Perkantoran), Maulana Syarief Ibrahim (XII AK 2-Akuntansi) dan Cantika Aza Rahmania Naely (XII DPB-Desain dan Produksi Busana). (Jon)