KORANJURI.COM – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Purworejo tidak hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan seni.
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan aksi donor darah massal, Rabu (13/05/2026).
Bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, puluhan guru dan tenaga kependidikan tampak antusias mengantre untuk menyumbangkan darah mereka sejak pagi hari.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Sigit Supriyanto, menjelaskan bahwa aksi donor darah ini merupakan bentuk empati dari insan pendidikan di Purworejo terhadap kondisi stok darah daerah yang menipis.
“Ini merupakan wujud kepedulian kita untuk sesama. Bagaimanapun, faktor kemanusiaan sangat penting bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sigit di sela-sela kegiatan.
Sigit menambahkan, tercatat sebanyak 98 peserta dari kalangan guru dan tenaga kependidikan mendaftarkan diri dalam aksi ini. Ia berharap langkah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan medis di berbagai rumah sakit.
Selain donor darah, Hardiknas tahun ini juga dimeriahkan dengan lomba FLS3N dan sosialisasi SPMB guna membangun pelayanan pendidikan yang lebih bermutu di Purworejo.
Ketua PMI Kabupaten Purworejo, drg. Ernawan Cahyo Winardi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Dindikbud. Menurutnya, kesadaran institusi sangat krusial karena tren kebutuhan darah di Purworejo terus meningkat seiring berkembangnya fasilitas kesehatan.
“Sejak Maret lalu, stok darah kita posisinya cukup, tapi ‘pas-pasan’. Kami sudah berupaya melalui mobile unit ke berbagai wilayah, namun kebutuhan darah memang sedang naik,” ungkap drg. Ernawan.
Saat ini, PMI Purworejo harus melayani sembilan rumah sakit, baik negeri maupun swasta, termasuk RSUD Tjitrowardojo dan RSUD Tjokronegoro. Drg. Ernawan menekankan bahwa darah adalah sesuatu yang tidak bisa diproduksi oleh mesin atau dibeli di toko ritel.
“Darah itu ciptaan Tuhan, tidak ada yang jual di apotek atau swalayan. Maka, mereka yang mau mendonorkan darahnya memiliki amal kebajikan yang luar biasa,” imbuhnya.
Hingga tengah hari, lebih dari separuh target kantong darah telah terkumpul. PMI berharap kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi instansi lain, dunia usaha, maupun organisasi kemasyarakatan di Purworejo untuk rutin menggelar aksi serupa demi menjaga ketersediaan stok darah bagi warga yang membutuhkan.(Jon)





