Lagu ‘Zuzuzu’ Jadi Persembahan Terakhir Maharajah Music Mengenang Shonna Gonzalves

oleh
Proses pengambilan gambar video klip lagu 'Zuzuzu' yang diproduksi oleh Maharajah Music di sebuah hotel kawasan Seminyak, Bali - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Lagu ‘Zuzuzu’ produksi Maharajah Music, menjadi penampilan terakhir penyanyi Shonna Gonzalves. Tak berselang lama, penyanyi asal India itu menyerah karena kanker darah yang sejak lama diidapnya.

Produser Maharajah Music, Ashwin Maharaj mengungkapkan, video klip lagu ‘Zuzuzu’ yang dibuatnya di Bali menjadi persembahan khusus dan penghormatan terakhir untuk sang diva Shonna Gonzalves.

“Di saat-saat terakhirnya Shonna tidak memberikan kabar ke saya, seberapa buruk kondisinya. Kami tinggal beda negara, saya di Australia Shonna di India. Tapi saya sempat berkomunikasi dengannya 45 menit sebelum meninggal,” kata Ashwin di Bali.

‘Zuzuzu’ tidak ada makna khusus dalam judul lagu yang dinyanyikan Shonna Gonsalves, selain ekpresi yang kuat dan penuh irama. Video klip yang dibuat di kawasan Seminyak, Bali itu diringi dengan penari latar yang seluruhnya merupakan talenta lokal.

Ashwin mengungkapkan, dirinya sangat terinspirasi dengan lirik yang indah dalam lagu terakhir yang dibawakan Shonna Gonsalves. Kemudian, ia perlu menghadirkan dua penari pria dalam lagu tersebut.

“Lirik lagu ini sangat menyentuh, karena itu saya perlu membawa penari pria dan wanita dalam lagu Zuzuzu,” ujar Ashwin.

Dua penari yang dihadirkan dalam track Zuzuzu merupakan mahasiswa Institut Seni Indonesia Bali. Nanda, salah satu penari mengungkapkan, selama ini ia memang tidak hanya mempelajari satu genre tarian saja.

Sebagai mahasiswa seni dari program studi Tari, Nanda hanya perlu menyesuaikan arahan choreographer musik Bollywood Andy Bhakuni. Dalam satu kali latihan butuh sesi yang cukup panjang dan intensif sebelum pengambilan gambar.

“Saya berharap video klip ini diterima oleh penggemar musik Bollywood dan viral di luar Indonesia, dan untuk teman-teman back dancer semoga sukses dan Maharajah Music menjadi label yang besar dan berpengaruh,” kata Nanda.

Mangka, penari latar pria yang lain mengungkap pengalamannya bergabung dengan rumah produksi Bollywood. Lagu Zuzuzu menjadi pengalaman pertamanya terlibat dalam pengggarapan video klip bersama rumah produksi luar negeri.

Dirinya melihat, dancer yang berada dalam satu frame berlatarbelakang yang berbeda-beda. Semua penari membutuhkan penyesuaian gerak satu dengan yang lainnya.

“Saya background-nya penari tradisional Bali, tapi teman-teman yang lain juga ada yang penari hip hop atau moderen dance, jadi dengan arahan choreographer kita saling mengisi dan menghasilkan gerakan yang indah,” kata Mangka.

Dua video klip Maharajah Music yang digarap di Bali akan diedit sepenuhnya di India. Nantinya, dua video klip tersebut, ‘Zuzuzu’ dan ‘Hun Main Teri Rani’, akan dirilis di Bali. Viva Maharaj! (Way)