KORANJURI.COM – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti acara Wisuda Angkatan ke-XX SMK Ma’arif NU 1 Bener, Kabupaten Purworejo yang digelar Sabtu (16/05/2026).
Wisuda ini sendiri diikuti 198 siswa kelas XII dari 5 konsentrasi keahlian, yakni Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Akuntansi (Ak), Bisnis Digital (BD) dan Desain dan Produksi Busana ( DPB).
Namun, ada satu pemandangan berbeda yang berhasil mencuri perhatian ratusan pasang mata tamu undangan. Sebanyak 15 siswi dari angkatan pertama Jurusan DPB tampak kompak dan anggun mengenakan busana kebaya hasil rancangan dan jahitan mereka sendiri.
Kehadiran angkatan perdana jurusan tata busana ini menjadi rona baru dalam prosesi wisuda tahun ini. Alih-alih menyewa atau membeli baju jadi, para siswi kreatif ini memilih untuk menjadikan momen kelulusan sebagai panggung unjuk gigi atas ilmu yang telah mereka timba selama tiga tahun di bangku sekolah.
Kepala SMK Ma’arif NU 1 Bener, M Churdaini, S.Pd.I, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian dan kreativitas yang ditunjukkan oleh angkatan pertama Jurusan Desain Produksi Busana tersebut.
“Ini adalah pembuktian nyata dari kualitas pembelajaran praktis di sekolah kami. Angkatan pertama Jurusan Desain Produksi Busana tidak hanya lulus secara akademis, tetapi sudah siap kerja dan berkarya. Kebaya yang mereka kenakan hari ini adalah bukti komitmen, kerja keras dan bakat luar biasa mereka,” ujar M Churdaini dalam sambutannya.
Kebaya-kebaya yang dikenakan para wisudawati ini mengusung berbagai konsep, mulai dari kebaya kutubaru klasik, kebaya modern dengan aksen payet yang detail, hingga gaun kebaya kombinasi batik kontemporer.
Pemilihan warna yang senada membuat barisan menteri mode masa depan ini terlihat sangat kompak dan elegan saat naik ke atas panggung prosesi wisuda.
Menurut Ketua Program Keahlian Desain Produksi Busana, Widyastuti Siwi P, S.Pd., proses pembuatan kebaya ini sudah dimulai sejak beberapa bulan sebelum wisuda, terintegrasi dengan tugas akhir mereka.
Para siswi ditantang untuk melakukan riset desain, pemilihan bahan, pembuatan pola, hingga proses finishing atau penyematan payet secara mandiri.
Salah satu wisudawati terbaik Jurusan DPB, Syifa, mengaku sangat terharu dan bangga bisa mengenakan baju buatan sendiri di hari kelulusannya.
“Rasa lelah selama berminggu-minggu begadang memotong kain dan memasang payet rasanya langsung hilang begitu melihat hasilnya hari ini. Memakai karya sendiri di acara wisuda adalah kebanggaan yang luar biasa bagi kami sebagai angkatan pertama,” ungkap Syifa dengan mata berkaca-kaca.
Dengan lulusnya angkatan pertama Jurusan Desain Produksi Busana ini, SMK Ma’arif NU 1 Bener semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu SMK pusat keunggulan yang mampu mencetak lulusan siap kerja, berdaya saing tinggi, dan berjiwa wirausaha di industri fashion tanah air.
Acara Wisuda Angkatan ke-XX ini ditutup dengan sesi foto bersama, di mana para siswi Jurusan Desain Produksi Busana menjadi pusat perhatian dan mendapat apresiasi luar biasa dari para orang tua murid serta jajaran komite sekolah. (Jon)





