KORANJURI.COM – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali menggelar program pengabdian kepada masyarakat (PKM) skema teknologi tepat guna (TTG).
Pelatihan Digital Fabrication 2026 itu memanfaatkan teknologi 3D scanner dalam proses pembuatan tangan prostetik.
Ketua Tim Pengabdian Prof. Dr. Ir. Evi Triandini, SP., M.Eng. mengatakan, penggunaan teknologi pemindaian tiga dimensi dilakukan untuk proses perancangan dan pembuatan alat bantu kesehatan.
“Dengan teknologi, proses pengukuran anatomi tangan dapat dilakukan lebih presisi, cepat, dan efisien dibandingkan metode konvensional,” kata Evi, Jumat, 29 Mei 2026.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar 3D scanning, cara pengoperasian perangkat 3D scanner, hingga tahapan pengolahan data hasil pemindaian menjadi model digital tiga dimensi.
Evi menambahkan, model digital dapat digunakan sebagai dasar perancangan tangan prostetik yang lebih ergonomis dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
“Kegiatan ini juga diisi dengan praktik langsung, baik penggunaan 3D scanner maupun 3D printer,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi tanya jawab maupun saat praktik penggunaan alat.
Menurut Evi, kegiatan itu bukan saja memberikan pengetahuan teoritis, tapi juga pengalaman langsung kepada mahasiswa. Mereka diberikan pemahaman teknologi informasi dan rekayasa untuk bidang kesehatan.
“Peserta diajak melihat proses visualisasi hasil scan pada perangkat lunak komputer, dan berdiskusi mengenai potensi pengembangan desain prostetik berbasis teknologi digital,” kata Evi.
Hasil dari kegiatan itu, kata Evi, diharapkan berkembang hingga tahap produksi prototipe tangan prostetik yang fungsional dan terjangkau.
Sehingga, tersebut berkontribusi di bidang medis untuk masyarakat yang membutuhkan. Sekaligus, memperkuat peran ITB STIKOM Bali sebagai institusi pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif dan berorientasi pada solusi.
Kegiatan melibatkan perwakilan guru dan siswa-siswi SMK TI Bali Global Badung, dosen dan mahasiswa ITB STIKOM Bali, perwakilan Pusat Layanan Disabilitas Kota Denpasar, serta tim dari Laboratorium Teknologi Kesehatan.
Sebagai pembicara dan narasumber, dihadirkan dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Institut Teknologi Sepuluh November (FKK ITS)
Kepala Laboratorium Teknologi Kesehatan FKK ITS Djoko Kuswanto, S.T., M.Biotech, mengatakan, penguasaan teknologi seperti 3D modelling dan fabrikasi digital kini menjadi pilar penting.
“Tidak hanya untuk industri kreatif, tapi juga dalam pengembangan inovasi alat kesehatan,” kata Djoko. (Way)





