KORANJURI.COM – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMK TKM Teknik Purworejo menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa baru.
Berbeda dengan sekolah umum lainnya, MPLS di lembaga pendidikan ini secara khusus menitikberatkan pada penanaman nilai-nilai luhur Ketamansiswaan guna membentuk fondasi karakter siswa yang kokoh, terampil, dan siap diserap oleh dunia kerja nyata.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari mulai Senin (13/07/2026) hingga Sabtu (18/07/2026) ini diikuti secara antusias oleh 396 siswa baru yang terbagi ke dalam 11 rombongan belajar (rombel).
Acara ini resmi dibuka secara langsung oleh Kepala SMK TKM Teknik Purworejo Ki Murwanto, S.Pd., M.Pd., pada hari pertama pelaksanaan.
Sebagai narasumber khusus, hadir
Ketua Harian Majelis Luhur Tamansiswa sekaligus Ketua Majelis Cabang Tamansiswa Purworejo, Ki Gandung Ngadina, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya pengenalan lingkungan khusus Tamansiswa ini kepada seluruh peserta didik baru.
Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai sejarah dan visi perjuangan pendiri Tamansiswa, Ki Hajar Dewantara (Raden Mas Soewardi Soerjaningrat), merupakan suatu kebanggaan prinsipil yang wajib diwariskan.
“Kami sebagai orang Tamansiswa harus mengenalkan hal itu kepada siswa karena ini merupakan kebanggaan bagi kami. Pengenalan ini mencakup kapan didirikannya, tujuan, serta arah pendidikan Tamansiswa yang semuanya telah diatur rapi di dalam Peraturan Besar atau Anggaran Dasar Tamansiswa,” ujar Ki Gandung, Selasa (14/07/2026).
Lebih lanjut, Ki Gandung menegaskan bahwa target akhir (ending) dari proses pendidikan ini adalah melahirkan profil lulusan yang seimbang secara kompetensi akademis maupun moralitas.
“Kami mengharapkan siswa menjadi terampil, berkarakter, dan pandai. Kepandaian dan keterampilan tanpa karakter luhur tentu sangat disayangkan. Karakter yang bagus akan selalu menjadi pondasi pendukung utama kesuksesan anak,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia MPLS SMK TKM Teknik Purworejo, Shokhibul Arif, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa materi MPLS tahun ini dirancang komprehensif untuk membekali fisik, mental, dan spiritual siswa.
Selain muatan lokal Ketamansiswaan dan perkenalan pamong, para siswa baru disuguhi materi-materi krusial yang sedang hangat di masyarakat.
Materi tersebut meliputi Tata Tertib Lalu Lintas (Tatib Lantas), bahaya penyalahgunaan NAPZA dan judi online, pencegahan perundungan (bullying), pornografi, pornoaksi, gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat, sosialisasi skrining kesehatan, hingga etika bijak dalam bermedia sosial serta wawasan kebangsaan.
Menariknya, guna menegakkan fondasi kedisiplinan sejak dini, panitia mengalokasikan waktu dua hari penuh di akhir sesi khusus untuk latihan dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB). Hal inilah yang membedakan pelaksanaan MPLS tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Melalui latihan PBB intensif ini, kami ingin membentuk mentalitas disiplin anak dari awal. Kedisiplinan adalah kunci mutlak. Ketika mereka nanti lulus dan memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, mereka sudah terbiasa dengan disiplin waktu maupun aturan kerja lainnya,” tutup Shokhibul Arif optimis. (Jon)





