Menikmati Cerita dan Filosofi Kebudayaan di BBTF 2026 dari Seblak hingga Wine Lokal

oleh
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau booth bussines to bussiness Travex Bali Beyond Travel Fair (BBTF) Ke-12, Jumat, 29 Mei 2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 menempatkan gastronomi sebagai salah satu wajah penting pariwisata Indonesia.

Gastronomi mengulas lebih dalam dari sekedar menikmati kuliner. Tapi tentang sustainability kebudayaan dan perjalanan sejarah yang menjadi bagian dari pengalaman perjalanan bernilai tinggi.

Dalam pengalaman tersebut, kekayaan rasa Indonesia tampil melalui berbagai sajian. Mulai dari Seblak Bandung, street food perkotaan Jawa Barat hingga nasi campur Bali.

Arak Karangasem, minuman tradisional Bali, juga hadir menemani suasana makan malam sebagai bagian dari warisan rasa pulau Dewata.

Sementara, Sababay Winery memperkenalkan wine yang diproduksi secara lokal di Bali, sebuah artisan wine dari winery yang dimotori kaum perempuan.

Ketua Panitia BBTF 2026 I Putu Winastra mengatakan, narasi rempah dan kuliner nusantara memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi gastronomi berbasis budaya dan pengalaman lokal.

“BBTF 2026 menampilkan kekayaan destinasi kuliner dan budaya dari berbagai daerah, tahun ini kita 12 provinsi yang menampilkan cerita kuliner,” kata Putu Winastra.

Gastronomi menjadi bahasa universal yang mudah dipahami pasar global. Di balik sebuah hidangan, terdapat cerita tentang tanah, laut, rempah, tradisi, keluarga, upacara, komunitas, dan cara hidup masyarakat setempat.

“Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang tidak hanya menarik untuk dicicipi, tetapi juga layak dikembangkan sebagai produk wisata yang terstruktur dan dapat dijual,” kata Winastra.

Di BBTF 2026, gastronomi diposisikan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi secara lebih mendalam. Bali tidak hanya hadir melalui keindahan alam dan budayanya. Tapi, juga melalui kekayaan rasa yang hidup dalam tradisi, upacara, desa, pasar, dapur keluarga, hingga meja makan modern.

Di luar Bali, semangat Bali and Beyond juga membuka ruang bagi destinasi lain di berbagai daerah di nusantara untuk memperlihatkan identitas kuliner mereka sebagai bagian dari daya tarik wisata. (*/Way)