KORANJURI.COM – Sepanjang periode perayaan Galungan dan Kuningan, Juni 2026, hotel Quest Vibe Dewi Sri Bali, menghidupkan semangat dengan menghadirkan unsur budaya Bali.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen hotel dalam menjaga warisan budaya Bali sekaligus memperkuat apresiasi terhadap budaya lokal dalam operasional sehari-hari.
Galungan dan Kuningan merupakan dua perayaan penting dalam tradisi Hindu Bali yang melambangkan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan).
Sekaligus, mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan hidup.
Sebagai bagian dari perayaan, dekorasi penjor tradisional menghiasi berbagai area publik hotel. Penjor yang terbuat dari bambu yang dihias dengan janur merupakan ikon Galungan yang melambangkan rasa syukur, kemakmuran, dan keseimbangan spiritual dalam budaya Hindu Bali.
Hotel Manager Quest Vibe Dewi Sri Bali I Gusti Agung Ayu Widiastri mengatakan, kegiatan ini mencerminkan filosofi Tri Hita Karana yakni, konsep keharmonisan antara manusia, alam dan Tuhan yang menjadi pedoman nilai serta operasional hotel.
“Perayaan Galungan dan Kuningan bukan sekadar tradisi tahunan bagi kami di Quest Vibe Dewi Sri Bali, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali esensi Tri Hita Karana,” kata Astri, di Legian, Senin, 22 Juni lalu.
Menurutnya, melalui aksi nyata para staf yang bergotong royong membuat penjor dan membersihkan area pura hotel.
“Semangat kebersamaan inilah yang menjadi fondasi kami untuk terus menyebarkan energi positif dan kedamaian kepada setiap tamu yang datang,” ujarnya.
Dengan merayakan momen budaya, Quest Vibe Dewi Sri Bali terus mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat hubungan dengan komunitas dan tradisi Bali.
“Upaya ini mencerminkan keyakinan bahwa hospitality tidak hanya tentang pelayanan, tetapi tentang penghormatan terhadap budaya, nilai masyarakat dan tradisi yang membentuk destinasi,” ujar Astri. (*)





