KORANJURI.COM – Dies Natalis Ke-24 ITB STIKOM Bali menandai hampir seperempat abad kehadiran kampus IT terbesar di Bali Nusra. Sejumlah pencapaian mewarnai dalam setiap perjalanan.
Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan, saat ini ada 6.182 orang dengan 6 program studi dan 3 Program Dual Degree.
“Jadi totalnya ada 9 program antara lain, D3, S1, S2 dan Program Dual Degree dengan Universitas Teknologi Bandung yakni S.Kom,” kata Dadang, Senin (10/8/2026).
Selain itu, ada juga program dual degree internasional dengan dua universitas asing yakni, HELP University Malaysia dan Dalian Neusoft University of Information-China.
“Manfaat yang telah dinikmati oleh para mahasiswa Dual Degree HELP adalah mendapatkan dua gelar sekaligus yakni Sarjana Komputer dan Bachelor of IT (BIT),” tambahnya.
Untuk Dual Degree DNUI jumlah mahasiswa sebanyak 12 orang yang terdiri dari 2 batch. Ke 9 program tersebut diwadahi oleh dua Falkultas, satu Direktorat Pasca serta satu Direktorat Kerjasama Internasional.
Kampus yang berlokasi di Renon, Denpasar, Bali itu, diisi oleh 70 persen mahasiswa asal Bali. Sedangkan, sisanya datang dari hampir 38 provinsi yang ada di Indonesia.
“Bahkan ada dari luar negeri yakni Perancis, Irak, Jepang, China, Korea Selatan, Philipina, Thailand, Myanmar, Bela Rusia dan Timor Leste,” ujarnya.
Dies Natalis Ke-24 ITB STIKOM Bali mengambil tema ‘Agni Jnana Jagaditha’ yang berarti pijar pengetahuan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan semesta.
Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof Dr. I Made Bandem, MA. mengatakan, Dies Natalis menjadi momentum refleksi.
“Dari mana kita datang, di mana kita berada dan ke mana kita akan melangkah,” jelas Made Bandem.
Berada di bidang pendidikan teknologi digital menurut Made Bandem, tidak seharusnya menanggalkan bahkan kehilangan dimensi kemanusiaan.
Teknologi harus tetap memiliki jiwa, kecerdasan harus tetap memiliki kebijaksanaan dan kemajuan harus tetap memiliki nilai. (Way)





