KORANJURI.COM – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMK Nurussalaf Kemiri di Kabupaten Purworejo, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan konsep yang berbeda dan menyegarkan.
Mengusung tema besar “Potensi Menjadi Profesi, Mimpi Menjadi Prestasi”, sekolah kejuruan ini sukses menyajikan kegiatan pengenalan lingkungan yang ramah, edukatif, dan jauh dari kesan perpeloncoan.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari penuh mulai dari hari Senin (13/07/2026) hingga Sabtu (18/07/2026) ini diikuti dengan antusias oleh 130 siswa baru kelas X yang tersebar di empat kompetensi keahlian, yaitu Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Sepeda Motor (TSM), dan Perhotelan (PH).
Ketua Panitia MPLS sekaligus Waka Kesiswaan SMK Nurussalaf Kemiri, Nunita Isa Ubaya, S.Pd., menjelaskan bahwa konsep utama kegiatan ini adalah menghadirkan iklim sekolah yang nyaman bagi siswa baru sejak hari pertama mereka masuk.
“Kami mengemasnya secara ramah dan menyenangkan sesuai instruksi Kementerian Pendidikan. Tujuannya agar siswa baru merasa betah, nyaman, dan siap menjalani transisi proses belajar di jenjang yang baru,” ujar Nunita, Jum’at (17/07/2026).
Selama enam hari, para siswa dibekali dengan berbagai materi esensial yang melibatkan berbagai instansi lintas sektor.
Hari pertama pembekalan materi dari kepala sekolah dan jajaran wakil kepala sekolah, serta penyuluhan kamtibmas dari Polres Purworejo. Hari kedua pembinaan karakter dan kedisiplinan dari Koramil Kemiri, wawasan kesehatan remaja dari Puskesmas Kemiri, serta pembinaan dari tim Kesiswaan.
Hari ketiga pendalaman dan pengenalan program keahlian masing-masing jurusan (TKR, TKJ, TSM, dan PH). Hari keempat kegiatan luar kelas (Outing Class). Hari Kelima fokus pada pembiasaan keagamaan, ziarah makam, dan pemantapan karakter spiritual siswa.
“Dan di hari keenam (Sabtu) diisi dengan Pawai Ta’aruf serta demonstrasi/unjuk kebolehan seluruh ekstrakurikuler sekolah,” terang Nunita.
Disampaikan pula, bahwa keunikan SMK Nurussalaf Kemiri terletak pada integrasi antara pendidikan umum kejuruan dengan nilai-nilai pesantren.
Kepala SMK Nurussalaf Kemiri, Drs. MGS. Sukusyanto, M.M., menegaskan bahwa pembentukan karakter di sekolah ini selalu berpatokan pada slogan khas sekolah, yaitu Unggul, SIP, JOS.
“Slogan ini bukan sekadar yel-yel, tapi ruh perjuangan pendidikan kami. SIP itu maknanya Sekolah Integrasi Pondok. Sedangkan JOS** adalah Jadi Orang Soleh,” ungkap Sukusyanto penuh semangat.
Yel-yel “SMK Nurussalaf… Unggul, SIP, JOS! ini terus digelorakan setiap hari oleh pihak sekolah agar tertanam kuat di sanubari para siswa.
“Harapan kami, para lulusan dari sini tidak hanya cerdas secara intelektual dan memiliki keterampilan profesi yang mumpuni, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual yang seimbang antara jasmani dan rohani,” tambah sang Kepala Sekolah.
Salah satu agenda yang paling diminati oleh para siswa baru adalah kegiatan outing class yang digelar pada hari keempat. Tahun ini, SMK Nurussalaf Kemiri kembali memberangkatkan para siswa ke Yogyakarta dengan destinasi utama Museum Soeharto di Kemusuk dan Wisata Gembira Loka.
Sukusyanto menjelaskan alasan khusus di balik pemilihan Museum Soeharto sebagai lokasi pembelajaran luar kelas ini selama dua tahun berturut-turut. Hal ini erat kaitannya dengan prinsip perjuangan dan nasionalisme.
“Saya ingin menunjukkan secara autentik kepada anak-anak tentang sosok tokoh pejuang bangsa, salah satunya Pak Harto sebagai Bapak Pembangunan. Ini selaras dengan pesan Bung Karno tentang ‘Jasmerah’—jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” ungkap Sukusyanto.
Generasi muda sekarang, menurut Sukusyanto, harus tahu dan mengenal sejarah para pemimpin terdahulu agar tumbuh rasa nasionalisme dan patriotisme dalam diri mereka.
Melalui outing class ini, sekolah juga menanamkan nilai-nilai solidaritas, kebersamaan, keramahan, dan kesopanan antar-sesama siswa baru.
Sebagai puncak acara pada hari Sabtu esok, SMK Nurussalaf Kemiri akan menggelar Pawai Ta’aruf yang melibatkan seluruh siswa kelas 10 dan kelas 11. Pawai keliling ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan memukau dari unit Marching Band kebanggaan sekolah untuk menyapa sekaligus memperkenalkan eksistensi sekolah kepada masyarakat luas.
“Setelah pawai, acara akan dilanjutkan dengan demonstrasi berbagai ekstrakurikuler yang bebas dipilih oleh siswa baru untuk mengembangkan minat bakat mereka,” ujar Sukusyanto.
Selain Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib bagi kelas X, para siswa dibebaskan memilih berbagai kegiatan pilihan menarik, mulai dari bidang olahraga (Voli, Sepak Bola/Futsal), seni bela diri (Pencak Silat), seni musik (Hadroh, Marching Band), keagamaan (Qira’ah), hingga penguasaan bahasa asing (Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang).
“Dengan persiapan matang dan pendekatan yang humanis ini, kami siap mengantarkan para siswa baru bertransformasi dari potensi lokal menjadi prestasi tingkat nasional, sejalan dengan visi besar sekolah , Unggul, SIP, JOS. (Jon)





