MPLS Unik SMPN 11 Purworejo, Simulasikan Darurat Bencana bagi Siswa Baru

oleh
Siswa baru SMPN 11 Purworejo tengah mengikuti simulasi darurat bencana dalam MPLS - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ada yang berbeda dan unik pada pelaksanaan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SMPN 11 Purworejo tahun ajaran 2026/2027. Sekolah ini membekali ratusan siswa barunya dengan simulasi tanggap darurat bencana sebagai materi kekhasan lokal.

Kegiatan MPLS Ramah Anak yang berlangsung selama lima hari, dari Senin hingga Jum’at (13–17 Juli 2026) ini diikuti oleh 214 siswa baru. Rinciannya terdiri dari 130 murid laki-laki dan 84 murid perempuan yang seluruhnya berasal dari lingkungan Kecamatan Ngombol.

Sebelum kegiatan inti dimulai, pihak sekolah juga telah melaksanakan tahapan pra-MPLS pada hari Jum’at dan Sabtu sebelumnya untuk melakukan sosialisasi kepada orang tua serta pengkondisian mental siswa.

Ketua Panitia MPLS sekaligus Waka Kesiswaan SMPN 11 Purworejo, Parjiyem, S.Pd., mengungkapkan bahwa materi penanggulangan bencana sengaja dipilih menjadi ciri khas sekolah karena letak geografis Kecamatan Ngombol yang berada di kawasan yang dekat dengan pesisir pantai.

“Posisi kita secara geografis dekat dengan pantai dan akhir-akhir ini sering ada informasi kebencanaan dari BMKG, termasuk prediksi potensi tsunami. Karena bencana seperti gempa bumi tidak bisa diprediksi, kami memberikan bekal nyata kepada anak-anak sejak dini,” ujar Parjiyem, Kamis (16/07/2026).

Dalam simulasi yang berlangsung Rabu (15/07/2026) tersebut, para siswa baru dilibatkan secara langsung. Mereka tidak hanya menerima teori mengapa bencana bisa terjadi, tetapi juga mempraktikkan cara menyelamatkan diri, mengamankan dokumen penting keluarga, hingga menyiapkan barang-barang logistik darurat yang dibutuhkan untuk bertahan hidup dalam beberapa hari pascabencana.

Pematerinya pun dikombinasikan secara apik antara guru yang aktif di PMI/PMR dengan mengadopsi keilmuan resmi dari BPBD Kabupaten Purworejo, dibantu oleh pengurus OSIS.

“Sebelum kegiatan inti dimulai, pihak sekolah juga telah melaksanakan tahapan pra-MPLS pada hari Jum’at dan Sabtu sebelumnya untuk melakukan sosialisasi kepada orang tua serta pengkondisian mental siswa,” terang Parjiyem.

Kepala SMP Negeri 11 Purworejo, Budi Hartono, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa selain mengacu pada regulasi resmi pemerintah, pihaknya juga bersinergi dengan TNI dan Polri guna memberikan pembekalan karakter bagi siswa kelas 7 yang masih berada dalam fase peralihan dari SD ke SMP.

“Kami melibatkan unsur Koramil untuk menanamkan wawasan kebangsaan lewat kegiatan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Selain itu, kami menggandeng Polsek Ngombol untuk memberikan materi disiplin lalu lintas dan pencegahan kenakalan remaja, mengingat usia SMP adalah usia yang rawan terpengaruh,” jelas Budi Hartono.

Sinergi dengan Polsek Ngombol ini juga didasari oleh realitas di lapangan di mana minimnya moda transportasi umum membuat beberapa orang tua terpaksa memberikan akses kendaraan bermotor kepada anaknya.

Polisi hadir untuk memberikan edukasi pentingnya ketertiban berkendara seperti penggunaan helm dan larangan knalpot brong.

Tidak hanya peka terhadap bencana alam, para siswa juga dibekali agar peka terhadap “bencana digital”. Sekolah memberikan materi cerdas bermedia sosial, terutama bagi siswa perempuan, agar tidak mudah terperdaya oleh modus kejahatan siber atau rayuan orang asing di gadget.

Di samping materi khusus tersebut, sekolah tetap menjalankan materi standar umum sesuai Permendikbud Nomor 12 Tahun 2026. Mulai dari literasi digital, wawasan kewirausahaan berbasis potensi lokal, hingga kegiatan road race sekolah, yaitu keliling mengenalkan seluruh fasilitas sekolah seperti ruang TU, kantin, perpustakaan, laboratorium, hingga lapangan voli yang menjadi brand unggulan dari prestasi SMPN 11 Purworejo.

“Melalui rangkaian kegiatan in pihak sekolah berharap para siswa baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, baik secara fisik maupun psikologis, serta mampu mengembangkan bakat dan minat mereka secara mandiri di SMP Negeri 11 Purworejo,” pungkas Budi. (Jon.)