KORANJURI.COM – SMK Pancasila 1 (SMK Pansa) Kutoarjo di Kabupaten Purworejo, secara resmi menggenjot pembentukan karakter dan mentalitas positif siswa baru melalui skema Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah.
Kepala Satuan Pendidikan Septi Endah Parwati, M.Pd. menjelaskan langkah ini diambil sebagai strategi konkret sekolah dalam merekonstruksi karakter generasi muda yang dinilai sempat mengalami penurunan sejak era pandemi COVID-19.
Kegiatan yang mengusung pendekatan humanis dan toleran terhadap keanekaragaman agama ini berlangsung selama lima hari penuh, mulai Senin (13/07/2026) hingga Jum’at (17/07/2026).
Agenda tahunan ini dibuka langsung oleh Kepala SMK Pansa Kutoarjo, Septi Endah Parwati, M.Pd.
Ketua Panitia MPLS SMK Pansa Kutoarjo, Eko Gusnawan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa jumlah peserta yang terdata pada pembukaan mencapai 385 anak.
“Peserta terdiri dari 382 siswa kelas X baru, dengan rincian 354 siswa laki-laki dan 31 siwi perempuan, serta 3 siswa pindahan kelas XII dari sekolah lain. Mereka semua tersebar di 6 kompetensi keahlian atau jurusan, yaitu TKR, TSM, TP, TPFL, Layanan Kesehatan, dan TKJ,” ujar Eko, Rabu (15/07/2026).
Eko menyebut, terdapat perbedaan signifikan dan perombakan skema antara MPLS tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain durasi pelaksanaan yang diperpanjang dari 3 hari menjadi 5 hari, SMK Pansa juga menerapkan langkah preventif dengan melibatkan orang tua murid sejak masa pra-MPLS yang dimulai pada hari Jum’at (10/07/2026) sebelum pembukaan.
“Kami menghadirkan orang tua calon siswa baru saat pra-MPLS untuk sosialisasi. Tujuannya agar orang tua mengetahui secara detail apa saja kegiatan dan jadwal anak-anak mereka selama MPLS. Selain itu, kami juga melakukan pelaporan harian secara berkala melalui link resmi yang disiapkan kementerian,” jelasnya.
Pada masa pra-MPLS tersebut, para siswa sudah diperkenalkan dengan simulasi kegiatan pagi, pembagian kelompok lintas jurusan agar saling mengenal, serta Senam Anak Indonesia Hebat.
Untuk membekali para siswa baru secara maksimal, panitia menyuguhkan 13 materi komprehensif yang berfokus pada perlindungan anak dan pembentukan mentalitas positif.
Materi-materi ini meliputi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat & Profil Lulusan, Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) serta Gerakan Anti-Perundungan (Bullying), Pencegahan Pornografi, Pornoaksi, dan Pencegahan Perkawinan Anak, Pencegahan Judi Online serta Edukasi Bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Napza, Pengenalan Budaya, Visi-Misi, Sarana Prasarana, serta Kesehatan Sekolah, Pelatihan Baris-Berbaris (PBB) dan Permainan Edukatif Konseling.
Dalam membedah materi-materi tersebut, SMK Pansa tidak hanya mengandalkan tim internal sekolah, melainkan juga berkolaborasi aktif dengan pihak eksternal, termasuk Polres Purworejo, Polsek Kutoarjo, dan Koramil Kutoarjo.
Lebih lanjut, Septi mengungkapkan bahwa target akhir dari penanaman karakter kuat ini adalah pembentukan budaya industri yang melekat pada diri siswa. Sebagai sekolah yang dibimbing langsung oleh Astra Group, SMK Pansa Kutoarjo menyisipkan kebiasaan kerja nyata standar industri sejak minggu pertama siswa masuk sekolah.
“Selama proses MPLS, anak-anak diajari bagaimana budaya di industri. Karena SMK Pansa Kutoarjo dibimbing langsung oleh Astra Group, penerapan seperti safety commitment di awal dan akhir pembelajaran, budaya literasi, hingga kewajiban berjalan di jalur hijau sudah dibiasakan sejak dini,” urai Eko.
Melalui pendekatan humanis, disiplin tinggi, dan toleransi tersebut, pihak sekolah optimistis para siswa baru dapat dengan cepat beradaptasi di lingkungan sekolah.
“Kami berharap mereka mengenali potensi diri, dan siap bersaing di dunia usaha maupun dunia industri (DU/DI),” pungkas Eko. (Jon)





