KORANJURI.COM – Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) terus memperluas jejaring akademik dan kolaborasi lintas perguruan tinggi.
Salah satunya melalui komunikasi kerja sama dengan dosen UIN Sunan Kudus, Jawa Tengah dalam penguatan pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komunikasi kerja sama tersebut dilakukan pada Selasa (08/09/2026) di Asta Home Stay, kawasan yang berada tidak jauh dari Dermaga Kepulauan Karimunjawa. Pertemuan menjadi bagian dari rangkaian komunikasi akademik yang berlangsung selama dua hari selama berada di Karimunjawa.
Dalam kesempatan tersebut, Dwi Jatmoko, M.Pd., selaku Ketua Prodi PTO UMPWR, melakukan komunikasi dan penjajakan kolaborasi bersama Dr. Saliyo, S.Ag., M.Si., dosen UIN Sunan Kudus.
“Pembahasan diarahkan pada peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, penulisan artikel jurnal, serta pengembangan kapasitas akademik,” jelas Dwi Jatmoko di sela kegiatan.
Menariknya, kolaborasi tersebut dilakukan oleh akademisi yang berasal dari bidang keilmuan yang tidak sepenuhnya serumpun. Namun, perbedaan disiplin ilmu justru dipandang sebagai peluang untuk menghasilkan perspektif baru dalam penelitian.
Dwi Jatmoko, M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan teknik dan bidang humaniora maupun psikologi memiliki keterkaitan yang sangat kuat, khususnya ketika penelitian diarahkan pada bagaimana manusia belajar, membangun karakter, mengembangkan kompetensi, serta dievaluasi proses pembelajarannya.
“Meskipun kami tidak berasal dari rumpun keilmuan yang sama, justru di situlah menariknya kolaborasi. Pendidikan tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada aspek psikologi, karakter, perilaku, evaluasi, dan bagaimana seseorang membangun kompetensi. Karena itu, sangat terbuka ruang untuk melakukan riset bersama,” ungkap Dwi Jatmoko.
Salah satu gagasan yang muncul dalam komunikasi tersebut adalah kolaborasi penelitian mengenai pendidikan karakter dan evaluasi pembelajaran. Kedua bidang tersebut dinilai dapat dikembangkan dari berbagai perspektif keilmuan, termasuk pendidikan vokasional, psikologi pendidikan, dan humaniora.
Kolaborasi riset tersebut diharapkan tidak berhenti pada gagasan, tetapi dilanjutkan dalam bentuk penulisan dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal akademik. Dengan demikian, kerja sama antar dosen dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat budaya publikasi di lingkungan perguruan tinggi.
Selain riset dan publikasi, komunikasi juga diarahkan pada program capacity building atau peningkatan kapasitas. Program tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti diskusi akademik, research collaboration, joint publication, seminar, pelatihan, maupun kegiatan pengembangan kompetensi lainnya.
Menurut Dwi Jatmoko, membangun kerja sama akademik tidak selalu harus dimulai dari kesamaan program studi. Justru pertemuan berbagai perspektif keilmuan dapat menghasilkan gagasan penelitian yang lebih kaya.
“Yang penting bukan hanya apakah kita serumpun atau tidak, tetapi apakah ada persoalan yang bisa kita kaji bersama. Ketika pendidikan bertemu psikologi dan humaniora, banyak sekali ruang yang bisa dikembangkan, terutama terkait pendidikan karakter, proses pembelajaran, evaluasi, dan pengembangan manusia,” tambahnya.
Pertemuan di Karimunjawa tersebut menjadi contoh bahwa kolaborasi akademik dapat tumbuh dari komunikasi yang sederhana, informal, dan terbuka. Lingkungan Karimunjawa yang jauh dari rutinitas kampus justru memberikan ruang untuk berdiskusi secara lebih leluasa mengenai gagasan-gagasan pengembangan pendidikan dan penelitian.
Kerja sama antara Prodi PTO UMPWR dan UIN Sunan Kudus diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Tidak hanya dalam penelitian dan publikasi, tetapi juga dalam pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa,” kata Dwi Jatmoko.
Melalui jejaring lintas disiplin tersebut, Prodi PTO UMPWR menunjukkan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi, memperluas perspektif keilmuan, dan menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Karimunjawa bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian dan pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan baru untuk membangun kolaborasi akademik yang menginspirasi dan berkelanjutan.(Jon)





