Kwarcab Purworejo Gelar Estafet Tunas Kelapa, Ajarkan Gotong Royong ke Generasi Muda

oleh
Pelepasan Estafet Tunas Kelapa Kwarcab Purworejo oleh Asisten Administrasi dan Umum Setda Purworejo Budi Wibowo, S.Sos., M.Si - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Semangat membangun karakter generasi muda mewarnai Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah Jawa Tengah 2026 di Kabupaten Purworejo, Sabtu (05/09/2026).

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”, ETK Jateng berlangsung selama 11 hari, 30 Agustus hingga 9 September 2026.

Di Purworejo, kegiatan dimulai dari depan Rumah Dinas Wakil Bupati di Kutoarjo, yang diberangkatkan secara simbolis oleh Asisten Administrasi dan Umum Setda Purworejo Budi Wibowo, S.Sos., M.Si.

Sebanyak 61 anggota Pramuka inti menempuh perjalanan sekitar 17 kilometer melewati Gunung Tugel, Balai Desa Wirun, Pom Bensin Mini Kedunglo, hingga Bruno.

Setelah istirahat di Rest Area Kotak Ombo, rombongan melanjutkan ke Lapangan Teges Wetan, Wonosobo untuk serah terima dengan Kwarcab Wonosobo.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Purworejo 2023–2028 Wasit Diono, S.Sos., menegaskan ETK bukan sekadar jalan membawa tunas kelapa.

“Estafet ini mempunyai nilai penting untuk membentuk kepribadian, kedisiplinan, rasa tanggung jawab dan kegotongroyongan,” kata Wasit.

Menurutnya, estafet menggambarkan kesinambungan perjuangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. ETK juga menjadi cara memperkenalkan Gerakan Pramuka ke masyarakat.

“Harapannya, kemajuan bangsa yang semakin pesat tidak mengikis nilai-nilai luhur budaya kita. Karena itu, generasi muda perlu dibekali sejak awal dengan karakter dan ideologi yang kuat,” ujarnya.

Asisten Administrasi dan Umum Setda Purworejo Budi Wibowo, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Purworejo mengapresiasi kegiatan ini.

Ia menyebut Pramuka punya peran strategis menumbuhkan nasionalisme dan kepedulian sosial.

“Ini merupakan bagian dari jati diri Pramuka, bagaimana Pramuka bisa berbaur dengan masyarakat di sekitarnya,” kata Budi.

Ia menambahkan, konsep etape dalam ETK mengajarkan bahwa keberhasilan butuh proses dan kerja keras.

“Untuk mencapai sesuatu, harus melalui usaha yang keras dan nyata. Anak-anak kita belajar dari etape satu, dua, tiga dan seterusnya hingga mencapai tujuan,” jelasnya.

Pemkab Purworejo mendukung penuh ETK 2026 melalui Dana Hibah Tahun 2026.

“Harapannya, Pramuka Purworejo semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat, terutama dalam membentuk generasi muda yang tangguh, mau berusaha keras dan mampu mencapai tujuan yang lebih baik,” tandasnya.

Melalui ETK 2026, semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” kembali diteguhkan melalui kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat.(Jon)