Bangun Karakter Islami, SMPN 13 Purworejo Tutup Pesantren Ramadan dengan Khotmil Qur’an dan Pentasyarufan Zakat

oleh
Pentasyarufan zakat fitrah di SMPN 13 Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMPN 13 Purworejo sukses menutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H dengan khidmat. Acara penutupan yang berlangsung pada Sabtu (14/03/2026) ini menjadi puncak dari perjalanan spiritual siswa selama tiga hari, yang diisi dengan pengajian Nuzulul Qur’an, Khotmil Qur’an, hingga aksi sosial penyaluran zakat.

Mengusung tema “Kilau Karakter di Bulan Suci, Jujur dalam Kata, Disiplin dalam Ibadah”, kegiatan Pesantren Ramadhan ini bertujuan membentengi siswa dari pengaruh negatif media sosial.

Ketua Panitia, Muhammad Zaenal Nasikhin, S.Pd., menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah restorasi akhlak.

“Kita ingin menumbuhkan kembali kepedulian anak terhadap orang tua, guru, dan lingkungan. Melalui kisah Nabi dan Ashabul Kahfi, kami harap siswa memiliki teguh pendirian dan kejujuran dalam keseharian,” ujar Nasikhin di sela kegiatan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, materi yang diberikan kepada siswa kelas 7, 8, dan 9 selama Pesantren Ramadhan dikemas secara praktis dan variatif. Selama tiga hari (Kamis (12/03/2026) hingga Sabtu (14/03/2026), siswa mendapatkan asupan sembilan materi esensial.

Materi ini meliputi Kesehatan Saat Puasa, yang berisi tips agar tetap aktif dan tidak mengantuk di kelas. Finansial Literasi, yakni cara mengelola uang saku/THR secara bijak (korelasi matematika). Public Speaking Islami, melatih kepercayaan diri siswa dalam berdakwah.

“Serta kecerdasan emosional, yakni mengelola hubungan dengan sesama di era digital,” terang Nasikhin.

Pelaksanan Khotmil Qur’an di SMPN 13 Purworejo – foto: Koranjuri.com

Kepala SMPN 13 Purworejo, Achmad Yulianto, S.Pd., mengungkapkan bahwa durasi materi dibatasi 35 menit per sesi agar siswa tetap fokus dan tidak jenuh.

“Tahun ini kami hadirkan narasumber hebat dari luar untuk menggerakkan siswa pada amalan praktikal dan menjauhi maksiat serta perilaku negatif seperti begadang,” tegasnya.

Suasana syahdu menyelimuti sekolah saat seluruh siswa melakukan Khotmil Quran bersama. Setelah menyelesaikan tadarus 30 juz per kelas selama hari-hari sebelumnya, kegiatan ditutup dengan pembacaan surat An-Naba’ hingga An-Nas atau juz 30 yang dipimpin oleh guru pembimbing.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian Nuzulul Qur’an yang menghadirkan Dr. Muhammad Ridho Muttaqin, M.Pd.I. (Ketua MGMP PAI SMK Kabupaten Purworejo). Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup di era modern.

Sebagai wujud nyata kepedulian, sekolah juga mengadakan pentasyarufan zakat. Zakat yang terkumpul disalurkan kepada siswa internal yang berhak menerima, masyarakat di sekitar lingkungan sekolah serta panti sosial.

“Harapan kami, siswa SMPN 13 Purworejo tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga menjadi pelopor kebaikan dan suri teladan di tengah masyarakat,” tutup Achmad Yulianto, yang diamini Zaenal Nasikhin. (Jon)