BAZNAS Purworejo Gelar Pelatihan Vertical Rescue di Hari Kesiapsiagaan Bencana

oleh
Instruktur dari BPBD Purworejo tengah memberikan materi pada peserta pelatihan Pertolongan di Medan Ketinggian (Vertical Rescue) dari BAZNAS - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Medan perbukitan yang rawan longsor serta kondisi geografis yang menantang di Kabupaten Purworejo menuntut kesiapsiagaan ekstra dari para relawan.

Menjawab tantangan tersebut, BAZNAS Kabupaten Purworejo berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Purworejo menggelar Pelatihan Pertolongan di Medan Ketinggian (Vertical Rescue), Senin (11/05/2026), di Bendung Kedung Putri.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 ini menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi pentahelix dalam penanggulangan bencana di wilayah Purworejo.

Membuka kegiatan tersebut, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Purworejo, Yeniar Arbayanto, SE, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS yang telah menginisiasi pelatihan ini.

“Urusan bencana bukan hanya tugas pemerintah, melainkan urusan bersama. Di medan unik seperti Purworejo yang rawan longsor, kemampuan evakuasi standar terkadang tidak cukup. Vertical rescue adalah keahlian khusus yang membutuhkan ketepatan teknik, keamanan, dan kecepatan,” tegas Yeniar.

Ia juga menekankan tiga pesan utama kepada para peserta, yakni Zero Accident, Sinergi antar-tim, dan penguasaan materi teknis secara mendalam.

Ketua BAZNAS Purworejo, K.H. Achmad Hamid, S.Pd.I., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan instruksi langsung dari BAZNAS Pusat melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Sebanyak 15 relawan terpilih digembleng untuk memiliki ketangkasan khusus dalam menyelamatkan masyarakat.

“Kami ingin membentuk relawan yang tidak hanya punya niat ibadah, tapi juga punya ilmu dan jiwa yang tangguh. Dengan panduan dari BPBD, keselamatan pelatih dan peserta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar K.H. Achmad Hamid didampingi Wakil Ketua BAZNAS, H. Sartu Ali Muhsin, S.Pd.I.

Instruktur dari BPBD Purworejo, Kurnia Arif Nugroho, mengungkapkan bahwa fokus pelatihan kali ini adalah materi lanjutan yang sangat krusial dalam proses evakuasi di medan sulit.

“Materi hari ini berkaitan dengan manajemen tandu dan packaging korban, atau metode penataan korban di dragbar (tandu). Ini sangat penting saat kita harus menaikkan korban dari dasar sumur atau menurunkan korban dari tebing menuju titik aman,” jelas Kurnia.

Untuk menunjang simulasi, berbagai alat khusus disiapkan, seperti Tali Karmantel (tali utama dengan kekuatan tinggi untuk menahan beban manusia di ketinggian), Harnes sabuk pengaman yang dikenakan oleh penolong maupun korban agar terhubung dengan tali secara aman.

Carabiner cincin kait logam dengan pengunci untuk menghubungkan berbagai peralatan evakuasi, Tandu Basket (Basket Stretcher) yakni tandu khusus yang mampu melindungi tubuh korban secara menyeluruh saat ditarik secara vertikal, Descender & Ascender (alat untuk membantu personil bergerak turun atau naik pada lintasan tali tunggal secara terkontrol).

Melalui pelatihan ini, diharapkan kolaborasi antara BPBD dan relawan BAZNAS semakin solid. Ketika bencana seperti tanah longsor, banjir, atau kebakaran terjadi, personil lapangan diharapkan lebih tanggap, berani, dan memiliki kesiapan mental yang matang untuk meminimalisir jatuh korban jiwa. (Jon)