KORANJURI.COM – Dunia pendidikan kejuruan di Kabupaten Purworejo mencatat sejarah baru dengan digelarnya kegiatan Pengimbasan Peningkatan Mutu Pendidikan yang diinisiasi SMK Kesehatan Purworejo, Selasa (29/09/2026).
Kegiatan yang bersumber dari Program Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (Boskin) 2026 ini menjadi langkah strategis pertama di Purworejo untuk mendongkrak kualitas pembelajaran secara merata.
Kegiatan bertajuk Pengimbasan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui SPMI, Digitalisasi Pembelajaran, Literasi, dan Numerasi ini dibuka secara resmi oleh Pengawas SMK dari Cabdin Wilayah IX Jateng, Bani Mustofa, M.Pd.
Bani sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh sekolah penerima dana kinerja tersebut.
“Luar biasa kegiatan pengimbasan dari boskin ini kepada lima sekolah. Ini baru pertama di Kabupaten Purworejo yang sangat bagus sekali dalam kaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran,” ujar Bani Mustofa.
Ia berharap program ini mampu menjadi contoh bagi sekolah lain agar seluruh institusi pendidikan di Purworejo bisa maju bersama.
Sebanyak lima sekolah swasta diundang secara khusus dalam acara ini, yakni SMK PN, SMK PN 2, SMK YPP, SMK YPT, dan SMK Ma’arif NU Bener.
Menurut Staf Kurikulum Meidiana Nur Budi Prastiwi, M.Pd., tujuan utama kegiatan ini adalah membagikan materi dan pengalaman berharga terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), digitalisasi pembelajaran, serta literasi numerasi yang sebelumnya telah diadakan di SMK Kesehatan Purworejo dan SMKN 7 Purworejo.
Sementara itu, Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos, M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi antar sekolah swasta ini sangat krusial di tengah tantangan zaman modern.
Ia menyoroti fenomena peserta didik saat ini yang masuk dalam kategori “generasi strawberi”, yakni generasi yang cerdas secara intelektual namun membutuhkan strategi khusus dari para guru dan orang tua dalam hal ketahanan mental serta semangat berjuang.
“Kita berkomitmen untuk maju bersama, sukses bersama, berkah barokah bersama SMK swasta di Kabupaten Purworejo,” tegas Nuryadin.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, pihak SMK Kesehatan Purworejo juga membuka diri untuk diundang kembali guna berbagi strategi lanjutan, mulai dari analisis SWOT, teknik branding sekolah, hingga tata cara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang efektif.(Jon)





