Krisis Adab Gen Z, SMK TKM Teknik Purworejo Perkuat Karakter Siswa Lewat Pesantren Kilat

oleh
Salah satu kegiatan dalam Pesantren Kilat SMK TKM Teknik Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Penurunan nilai tata krama atau adab di kalangan Generasi Z (Gen Z) menjadi perhatian serius dunia pendidikan.

Merespons tantangan tersebut, SMK TKM Teknik Purworejo menggelar kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H dengan misi khusus, memperbaiki karakter dan adab siswa di atas segalanya.

Kegiatan yang berlangsung selama sebelas hari, mulai tanggal 2 hingga 13 Maret 2026 ini, diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI. Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya sistematis sekolah dalam membentuk profil pelajar yang bertakwa.

Kepala SMK TKM Teknik Purworejo, Ki Murwanto, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa fokus utama kegiatan tahun ini adalah penanaman adab. Menurutnya, kepintaran tanpa etika akan sia-sia.

“Gen Z saat ini tantangannya adalah penurunan nilai adab atau tata krama. Melalui Pesantren Kilat ini, kita mencoba membelajarkan kembali tentang adab. Jika adabnya sudah masuk, maka ilmu setinggi apa pun pasti akan mengikuti dengan baik,” ujar Ki Murwanto, Selasa (10/03/2026).

Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini merujuk pada surat edaran Menteri dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dengan target akhir mencapai derajat la’allakum tattaqun (menjadi hamba yang bertakwa).

Ketua Panitia Pesantren Kilat, Agus Subagyo, M.S.I., menjelaskan bahwa kurikulum pesantren kilat tahun ini disusun secara padat dan praktis.

Terdapat tiga materi pokok yang diberikan kepada siswa, yakni Tahfidz & Tahsin dengan memperlancar bacaan Surah Al-Waqi’ah dan Asmaul Husna. Fikih Praktis dengan materi tata cara shalat Jamak Qashar serta Thaharah, pendalaman cara bersuci yang benar.

Menariknya, sekolah juga menghadirkan ahli kaligrafi untuk melatih siswa. Bukan tanpa alasan, sekolah ingin mempertahankan prestasi tahun lalu di mana siswa SMK TKM Teknik berhasil meraih juara 2 tingkat Kabupaten Purworejo dalam lomba MAPSI.

“Besok hari Rabu kita akan mengadakan penilaian massal untuk mencari bakat-bakat terpendam di bidang seni kaligrafi,” kata Agus.

Selain penguatan spiritual, sisi sosial juga diperkuat melalui pengumpulan zakat fitrah dari siswa, guru, dan karyawan. Pengumpulan telah dimulai sejak Senin lalu dan ditargetkan selesai seminggu sebelum Lebaran.

Zakat yang terkumpul akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo, khususnya daerah asal siswa seperti Kecamatan Bener, Loano, Banyuurip, Kaligesing, Gebang, hingga Purwodadi.

“Tahun lalu 80% siswa menyalurkan zakatnya lewat sekolah. Tahun ini targetnya sama, namun kami juga realistis melihat kondisi ekonomi masyarakat. Bagi siswa yang memang tidak mampu membayar, justru merekalah yang nantinya akan menjadi penerima zakat dari sekolah,” pungkas Agus. (Jon)