Launching Program Pinter Setara, Rutan Purworejo Tingkatkan Kualitas Warga Binaan

oleh
Launching Program Pinter Setara di Rutan Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Purworejo membuat gebrakan progresif dalam dunia pemasyarakatan. Tepat pada Jumat (26/06/2026), Rutan Purworejo resmi meluncurkan program Pinter Setara (Pembinaan Intelektual Terintegrasi Melalui Pendidikan Kesetaraan).

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rutan Purworejo dengan PKBM Tunas Mekar Aman, serta dilaunching langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno.

Program inovatif ini digagas langsung oleh Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Purworejo, David Saptoaji Putra, sebagai jawaban nyata atas tingginya angka putus sekolah di kalangan warga binaan yang berkorelasi erat dengan tindak pidana.

Dalam sambutannya, Karutan Purworejo David Saptoaji Putra memaparkan data yang cukup mengejutkan dari Sistem Database Pemasyarakatan (SDP). Dari total 196 warga binaan di Rutan Purworejo, sebanyak 120 orang di antaranya berstatus putus sekolah atau tidak menyelesaikan pendidikan formal hingga jenjang SMA.

“Lebih memprihatinkan lagi, dari 50 warga binaan residivis (pelaku pidana berulang), diketahui 27 orang atau lebih dari 50 persennya adalah mereka yang putus sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan seseorang berpengaruh terhadap potensi terjadinya tindak pidana akibat kesulitan menyesuaikan diri di masyarakat,” ungkap David.

Melalui Pinter Setara, warga binaan diharapkan tidak hanya menjalani masa hukuman, melainkan juga membangun kualitas diri, meningkatkan kemampuan intelektual, melek hukum, dan memiliki rasa tanggung jawab baru. Program ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden untuk mendongkrak kualitas SDM, serta Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.

Hebatnya, program kesetaraan di wilayah ini mengadopsi kesuksesan LPKA Kelas I Kutoarjo yang selama ini telah menjadi percontohan nasional dalam pelaksanaan pendidikan serupa.

Ketua PKBM Tunas Mekar Aman, MT Pangarso, menjelaskan bahwa program Pinter Setara di Rutan Purworejo ini dilaksanakan secara afiliasi.

“Izin operasionalnya menginduk di Kutoarjo, namun lokus pelaksanaannya ada di dalam Rutan Purworejo,” jelasnya.

Pada tahap awal, program akan difokuskan pada Kejar Paket A atau setingkat Sekolah Dasar (SD). Pembelajaran didasarkan pada Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang terstruktur sebagai acuan kerja yang akuntabel.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas gerak cepat Rutan Purworejo.

Menurutnya, pendidikan adalah kebutuhan dasar mutlak yang harus menyentuh seluruh lapisan warga negara tanpa terkecuali, demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Apalagi di Kabupaten Purworejo, Angka Putus Sekolah (APS) masih cukup tinggi, berada di kisaran 6.000-an. Langkah Pak David ini sangat luar biasa. Saya meminta warga binaan tidak hanya berorientasi pada ijazah, tapi serap ilmunya. Jangan menunggu sempurna untuk memulai, implementasikan dulu, baru kita evaluasi bersama,” tegas Yudhie.

Manfaat nyata dari program ini langsung dirasakan oleh para penghuni rutan. Salah satunya adalah Tri, warga binaan yang terjerat kasus pencurian dan tengah menjalani vonis 2 tahun penjara.

Tri mengaku sangat bersyukur dengan adanya program Pinter Setara. Akibat putus sekolah sejak kelas 1 SD, ia hingga kini belum bisa membaca. Melalui program ini, Tri menaruh harapan besar untuk masa depannya.

“Saya sangat senang dengan program ini. Saya ingin bisa membaca. Saya berjanji setelah bebas nanti, ilmu ini akan saya gunakan dengan baik dan saya tidak akan mengulangi perbuatan kriminal lagi,” tutur Tri penuh haru.

Melalui komitmen bersama antara Rutan Purworejo, Dinas Pendidikan, dan PKBM Tunas Mekar Aman, program Pinter Setara diharapkan menjadi pemantik harapan bagi warga binaan untuk pulang ke masyarakat sebagai pribadi yang baru, produktif, dan berpendidikan. (Jon)