“Sisanya 33,4 persen belum meraih prestasi/kejuaraan LKS,” terang Wahyono.
Dari 23 mata lomba yang terselenggara di tingkat Kabupaten, medali emas terbanyak (4), diraih SMKN 1 Purworejo dan SMKN 2 Purworejo, 3 medali emas diraih SMK Sawunggalih Kutoarjo, 2 medali emas diraih SMK YPT Purworejo, SMK TKM Purworejo dan SMK Batik Perbaik Purworejo. Perolehan 1 emas diraih SMK Kesehatan Purworejo, SMK Bharasa, SMK Pansa Kutoarjo, SMK YPP, SMKN 6 Purworejo dan SMK Muhammadiyah Purwodadi.
“Para peraih juara 1 ini akan mewakili Purworejo ke tingkat provinsi Jateng yang akan dilaksanakan dari tanggal 2-4 Mei 2024 di eks Karesidenan Pekalongan,” ungkap Wahyono.
Untuk peraih medali terbanyak (9) diraih SMK TKM Purworejo, peraih medali terbanyak kedua (7) SMKN 1 Purworejo dan peraih medali terbanyak ketiga (6) SMK YPP Purworejo dan SMKN 2 Purworejo.
Itu artinya, kata Wahyono, tingkat pembinaan bapak ibu guru negeri dan swasta seimbang. Negeri dan swasta punya potensi yang sama.
Wahyono juga menyebutkan, dari pelaksanaan LKS kali ini dari panitia sudah menginventarisir problem-problem masalah yang terjadi baik skala kecil maupun yang lain. Hal itu akan menjadi catatan sekaligus menjadi evaluasi untuk pelaksanaan LKS tahun depan supaya menjadi lebih baik lagi.
“Jaga nama baik Purworejo, karena ini mewakili kabupaten. Jika juara 1 berhalangan maka akan diganti juara 2. Jika juara 2 berhalangan maka akan diganti juara 3. Jadi, selalu jaga kesehatan,” pesan Wahyono.





